BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI
Perlu Reformasi Industri Manufaktur

Peningkatan nilai impor bahan baku dan bahan penolong belum tentu menjadi indikasi perbaikan sektor industri. Karena peningkatan nilai bisa disebabkan oleh meningkatnya harga. Perlu dilihat lebih rinci mengenai kuantitas (banyaknya barang yang diimpor). Mungkin jumlah barang yang diimpor tetap namun harganya naik, maka bisa meningkatkan nilai impor.

Setelah itu, kita harus meneliti jenis bahan baku yang diimpor tersebut, apakah berhubungan dengan penambahan investasi di sektor industri manufaktur atau tidak. Mungkin jumlah bahan baku naik namun hal itu hanya terkait dengan perawatan mesin saja tanpa ada implikasi ke penambahan kapasitas produksi.

Penurunan pertumbuhan industri manufaktur yang lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi secara umum, sangat disayangkan. Hal ini akan mendorong impor. Peningkatan konsumsi di masyarakat seharusnya meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur agar terjadi efek pengganda dalam perekonomian. Pemerintah seharusnya berfokus pada hal ini. Berbagai reformasi perlu dilakukan agar sektor industri manufaktur bergairah kembali.

Di samping itu, perubahan perilaku produsen dimana proses produksi lebih padat modal akan mengurangi permintaan tenaga kerja. Mungkin sektor industri manufaktur bertumbuh namun serapan tenaga kerjanya melambat. Hal ini perlu dicarikan solusinya dengan mendorong industri padat karya. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung             Idealnya Penjara Tidak Untuk Lansia             Selesaikan PR di Periode Kedua             Jemput Bola Tarik Investasi             Fokus Pada Daya Saing, Reindustrialisasi, Pemerataan             Memperkokoh kemampuan mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo              Simbol Kemajuan Bangsa dan Rekonsiliasi dalam Pertemuan Jokowi dan Prabowo             Apapun Tafsirnya, Kita Bangga Jokowi - Prabowo Bertemu             Bukan Hidup Abadi Badaniah Semata             Hidup Abadi Masih Spekulatif