BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Administrasi Publik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Perlu Perbaikan di Hulu dan Hilir

Pungli adalah perbuatan melawan hukum, merupakan penyakit yang berulang-ulang dilakukan tanap rasa bersalah. Ini menjadi kebiasaan buruk di sektor pelayanan publik. Oleh sebagian oknum dianggap sebagai hal biasa dan semakin merajalela akibat pembiaran.

Aktivitas pungli bukanlah hal yang baru terjadi, ini merupakan aktivitas yang sering dilakukan secara terbuka baik oleh preman maupun oknum aparat negara. Sesungguhnya aktivitas tersebut penyelesaiannya bukan hanya di tingkat hilir saja, namun harus sampai pada ke tingkat hulu. Karena persoalan di lapangan yang terjadi bukanlah persoalan teknis ataupun operasional semata melainkan pada persoalan perencanaan serta kebijakan yang tidak matang ataupun sumir dalam memahami pelaksanaannya.

Guna menumbuhkan efek jera yang nyata, pelaku pungli dan penyogok tidak perlu dihukum penjaran karena akan menimbulkan persoalan baru pada sektor lainnya terutama sektor hukum dan anggaran. Namun cukup diwajibkan kerja bakti sosial di sektor publik selama 2 (dua) minggu atau sebulan tanpa imbalan honor ataupun gaji, tergantung tingkat kesalahan. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Karyono Wibowo

Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

FOLLOW US

Kapan Merdeka dari KUHP Peninggalan Belanda?             Bangsa Parasit             Tinjau Kembali Politik Pangan             Semantik Munafik Lunatik Kembali Otentik              Indonesia Kehilangan Arah dan Tujuan             74 Tahun RI: Kedaulatan Sebagai Slogan Politik              Perlu Mekanisme Seleksi Khusus             Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh             Persoalan Ada Pada Tingkat Konsumsi             Kedaulatan Pangan Didukung Pola Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan