BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat transportasi
Perlu Pembinaan kepada Pelaku Pungli

Masih ada pungli di sejumlah tempat dan sektor, namun ada juga pengurangan tindakan pungli. Di beberapa lokasi, pungli masih ada. Mungkin tindakan pungli itu bukan dilakukan secara langsung oleh aparat, tapi biasanya ada oknum aparat yang membekingi.

Sebagai contoh di sektor perhubungan darat (hubdat) tindakan pungli bisa dikatakan berkurang bahkan hilang, misalnya di bagian Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Namun di kawasan pelabuhan dan ruas-ruas jalan tertentu, tindakan pungli bisa saja masih ada.

Walaupun presiden telah membentuk tim saber pungli, namun dibutuhkan keregasan dari aparat di lapangan. Petinggi Polri sudah berjanji untuk menindak tegas tindakan pungli, dan itu sangat dinantikan. Namun petinggi TNI belum menunjukkan komitmen yang sama.Tidak bisa Polri bergerak sendiri, karena oknum aparat yang melakukan tindakan pungli ada dari Polri dan TNI.

Sementara itu tindakan pungli yang dilakukan warga biasa atau pereman, memang itu adalah watak dari warga setempat. Untuk merubah watak ini, diperlukan pembinaan dari penegak hukum dan pemda setempat. Pembinaan tentunya harus diutamakan, tidak bisa langsung ujuk-ujuk dipidanakan. Kalau kriminal atau pidana, tokoh masyarakat lokal bisa terlibat.

Dan melakukan penindakan pungli di ibu kota, bukanlah hal yang mudah. Di jalan-jalan atau kawasan seperti Tanjung Priok, ajang pemerasan sopir oleh pereman lokal masih terjadi. Itu juga menjadi curhatan para sopir ke Jokowi.

Jokowi kaget dengan curhatan para sopir, ini bisa jadi karena tidak semua bawahan Jokowi dengan kesadaran sendiri melaporkan tindakan pungli tersebut. Sebagian bisa jadi kuatir kerjaan atau bebannya untuk menindak pungli bertambah.

Tak mungkin kita hanya mengandalkan aparat yang ada untuk ditindak lanjuti melaporkan ke presiden. Oleh karena itu perlu ada saluran langsung untuk rakyat, agar bisa melaporkan langsung ke presiden. (ast)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

Massa Ke MK, Untuk Apa?

0 OPINI | 13 June 2019

Bangsa Xenophobia

13 June 2019

Bahasa Daerah, Merana Nasibmu

2 OPINI | 14 June 2019

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat             Tak Cukup Imbauan             Investor Tak Hanya Andalkan Peringkat Daya Siang