BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Administrasi Publik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Perlu Merumuskan Ulang Pola Model Pilkada

Sudah harus merumuskan ulang pemilihan kepala daerah mengingat biaya politik menjadi kepala daerah sangat mahal dan menjadi linear dengan kondisi masyarakat yang sangat pragmatis. Merumuskan kembali konsep pemilihan kepala daerah merupakan evaluasi dalam merespons situasi dan kondisi yang masih belum menemukan model yang tetap dan sesuai dengan indonesia.

Lompatan yang begitu jauh dalam berdemokrasi ala Indonesia begitu banyak memberikan ruang yang luas untuk berekspresi. Serta sekaligus adanya celah bagi kepentingan luar/asing yang bukan saja mengeksploitasi sumber daya alam (SDA), tetapi berpotensi mengganggu pertahanan keamanan dan pertahanan lewat kondisi dalam negeri sendiri.

Korupsi merupakan impact dari situasi dan kondisi yang tercipta dari celah sistem kenegaraan yang masih terus diperbaiki dalam menemukan model yang begitu sesuai dengan Indonesia. Proses pemilihan kepala daerah, korupsi, dan otonomi daerah merupakan kunci dialektika dari proses yang terus berjalan dan jangan terhenti dalam menemukan pola model yang tepat dan sesuai untuk Indoensia.

Kita sedang mencari pola model yang pas dan sesuai. Adapun penyelewengan merupakan dialektika dari proses penemuan tersebut. Namun yang perlu adalah respons dan evaluasi secara komprehensif dalam mengurai setiap masalah-masalah baik yang lalu maupun baru atas dampak sistem yang sedang berjalan.

Aliran dana perlu diatur dengan jelas agar nantinya pemimpin daerah tidak tersandera oleh kepentingan-kepentingan kelompok ataupun para pengusaha yang dapat mengganggu kepentingan publik dalam penyelenggaraan pemerintah. Kalau ada istilah dalam politik yang mengatakan ‘tidak lah ada makan siang gratis’, oleh sebab  itu aturan main harus di atur dengan jelas agar ada rambu-rambu yang harus dihormati. Sehingga negara mempunyai kewibawaan. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional