BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI
Penyederhanaan Regulasi dan ekosistem yang Mendukung UMKM

Mengapa porsi produk dalam negeri hanya 7 persen dari total barang yang dijual di e-commerce dan mengapa porsi ekspor UMKM hanya 16 persen dari total sementara Thailand bisa 35 persen? Hal ini disebabkan oleh banyak hal, misalnya selera konsumen, harga yang tidak bersaing, ketidakmauan UMKM untuk menjadi besar, kurangnya dukungan konkret pemerintah, keuntungan bisnis impor barang sangat tinggi, perizinan usaha yang sangat rumit dan faktor lainnya. Faktor yang mendasar adalah tidak adanya ekosistem yang mendukung UMKM dalam negeri untuk berkembang. Mungkin kita perlu belajar dari Thailand mengenai membangun ekosistem yang mendukung bisnis UMKM.

UMKM selalu dikaitkan dengan CSR. Membantu UMKM seperti melakukan karitas shodaqoh jariyah. Mungkin perlu diubah pola bantuan untuk UMKM dengan menempatkan mereka sebagai entitas ekonomi yang profesional. UMKM terutama yang berbentuk koperasi adalah skema ekonomi yang lebih adil. Sehingga idealisme UMKM koperasi perlu disempurnakan dengan profesionalisme korporasi.

Rekomendasi agar UMKM lebih berperan dalam perekonomian. Pemerintah menyederhanakan regulasi terkait UMKM baik di pusat dan terutama di daerah. Pemerintah mendorong ekosistem yang mendukung UMKM berkembang dengan menurunkan pajak UMKM, memprioritaskan UMKM yang berkualitas dalam inisiatif-inisuatif pemerintah seperti dana desa, membuat program-program pemberdayaan UMKM yang sesuai dengan perubahan perilaku konsumsi masyarakat (zaman digital economy), dan menumbuhkan kepercayaan diri UMKM dalam mengembangkan bisnisnya dan mendorong UMKM untuk berkoperasi agar terjadi demokrasi dan pemerataan ekonomi yang lebih baik. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan