BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat transportasi
Pemprov Harus Memperhatikan Nasib Bajaj

Kasihan pengusaha dan pengemudi bajaj, kini kurang diperhatikan. Beruntung saja ada event Asian Games yang saat ini hendak digelar, dalam event itu bajaj bisa menjadi salah transportasi yang diandalkan.

Selanjutnya kebijakan ataupun nasib bajaj tergantung dari Pemda Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta nantinya. Seberapa jauh perhatian Pemprov terhadap bajaj berbahan bakar gas (BBG). Mengingat kini bajaj oranye sudah tidak ada lagi.

Awal mula BBG hadir adalah karena alasan bajaj oranye tidak ramah lingkungan. Kalau nanti bajaj oranye mau dijadikan transportasi wisata, yang harus didorong adalah bajaj itu menjadi kendaraan ramah lingkungan.

Hal lain yang perlu diperhatikan terkait bajaj, ada diskriminasi antara bajaj dengan ojek. Wilayah operasi bajaj dibatasi, sementara ojek tidak. Padahal kalau mau dilihat, BBG lebih ramah lingkungan ketimbang motor. Namun Pemprov kurang memberikan perhatian kepada BBG yang ramah lingkungan tersebut.

Mestinya harus ada perlakuan yang sama antar sepeda motor dan bajaj. Sempat diberlakukan pelarangan sepeda motor di jalan protokol, tapi pelarangan tersebut dicabut karena alasan politis, bukan karena pertimbangan lingkungan.  

Kalau mau adil, harusnya diberlakukan pembatasan sepeda motor dan kendaraan roda 4 dengan memperluas ganjil genap dan pelarangan sepeda motor. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Karyono Wibowo

Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

FOLLOW US

Kapan Merdeka dari KUHP Peninggalan Belanda?             Bangsa Parasit             Tinjau Kembali Politik Pangan             Semantik Munafik Lunatik Kembali Otentik              Indonesia Kehilangan Arah dan Tujuan             74 Tahun RI: Kedaulatan Sebagai Slogan Politik              Perlu Mekanisme Seleksi Khusus             Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh             Persoalan Ada Pada Tingkat Konsumsi             Kedaulatan Pangan Didukung Pola Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan