BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas
Pemilih Mulai Memahami Politik Simbolisasi Agama

Penggunaan simbol-simbol atau ajaran agama memang marak dimanfaatkan banyak pihak dalam berkampanye. Namun saya meyakini pemilih mulai belajar dan memahami langkah-langkah politik simbolisasi agama semacam itu. Apalagi mewajibkan sesuatu yang tidak wajib dalam agama akan dipahami publik sebagai sesuatu ajaran yang salah.

Tapi sekali lagi, langkah politik tidak harus dimaknai hanya dipermukaan saja sebagai nilai kebenaran agama, bisa saja penggunaan istilah-istilah agama adalah bagian dari ketakutan dalam langkah politik. Apapun itu, semestinya pertarungan politik adalah pertarungan gagasan program, visi dan misi kandidat, bukan pertarungan mengerdilkan kandidat lain.(mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Bambang Budiono MS

Pengajar Antropologi Politik Fisip Unair

FOLLOW US

Daerah Perbatasan Harus Outward Looking             Abu Bakar Ba’asyir Digoreng dalam Bungkus Politik             Pemerintah Belum Bisa Disalahkan             Pemerintah Seharusnya Tidak Perlu Terburu-buru             Kapasitas Sumber Daya Lokal yang Menjadi Hambatan             Konglomerasi Media dan Pilpres             Kuatnya Arus Golput: Intropeksi Bagi Parpol             Golput Bagian dari Dinamika Politik             Parpol ke Arah Oligharkhis atau Perubahan?             Melawan Pembajak Demokrasi