BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen
Pemerataan Pendapatan Tak Bisa Lewat Pasar Modal

Dalam bahasa ekonomi yang dimaksud dengan pemerataan pendapatan adalah pemerataan antara mereka yang berpendapat tinggi dan yang berpendapatan rendah. Masalahnya, yang membeli saham adalah orang yang berkecukupan.

Bicara pemerataan pendapatan dalam konteks ekonomi memperbaiki ketimpangan tidak bisa melalui pasar modal, karena yang membeli saham adalah orang yang mempunyai uang lebih, bukan orang yang mempunyai uang pas-pasan.

Jika satuan saham dipecah ke tingkat ritel agak dapat dibeli oleh sebagaian besar lapisan masyarakat tetap sulit karena dalam investasi saham ada risiko harga turun. Bagi mereka yang berpendapatan UMP, misalnya, apakah memiliki uang yang cukup untuk membeli saham? Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah pas pendapatannya.

Berinvestasi saham ada risiko nilainya turun sehingga sebagai besar yang membelinya memiliki pendapatan yang cukup, melebihi kebutuhan sehari-harinya. Kalau seperti ini maka tujuan pemerataan pendapatan melalui pasar modal tidak tercapai.

Jika yang dimaksud perusahaan membagikan dividen kepada pemegang saham, hal itu sudah sepatutnya karena sebagai pemegang saham harus mendapatkan dividen. Namun tidak semua perusahaan membagikan dividen walaupun untung.

Mereka bisa beralasan tidak membagikan dividen karena ada kebutuhan belanja modal (capital expenditure) yang besar untuk pengembangan perusahaan. Bisa dicek berapa perusahaan yang memberikan deviden dan yang tidak memberikan deviden. Yang tidak memberikan deviden lebih banyak dari yang memberikan deviden.

Pasar modal tidak dapat dikatakan sebagai sarana pemerataan pendapatan karena pembeli saham adalah orang-orang yang memiliki penghasilan yang cukup, bahkan lebih. Ini bukan pemerataan yang biasa digunakan dalam literatur ekonomi untuk mengangkat masyarakat berpendapatan bawah. (sar)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional