BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pakar di Bidang Administrasi, Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi UI
Pembenahan ke Dalam di Era Disrupsi

Dari tema pertemuan IMF-WB di Bali, sudah terlihat adanya upaya untuk deglobalisasi yang dimotori oleh Trump. Saat ini musuh Trump atau Amerika Serikat paling kuat hanyalah China. Itulah yang kemarin coba digambarkan oleh presiden Jokowi lewat pidatonya tentang “Game of Thrones”. Keadaan yang serba tidak pasti dengan kekaburan batas siapa yang salah dan siapa yang benar.

Cuma yang jelas dalam era disrupsi sekarang jika kita memaknai pertemuan di Bali itu kesimpulannya ada satu kata kunci, yakni komitmen. Komitmen untuk menata kembali dunia terutama dari aspek-aspek yang sudah disepakati yang sekarang tengah coba diganggu. Hal itu nanti yang di era disrupsi ini harus ditata ulang, yani skema financing nya.

Oleh karena itu di Bali kemarin, mengingat dunia sekarang ada di era disrupsi maka yang banyak diusulkan adalah menata kembali skema financing. Yang diusulkan di side event itu kebetulan kami ikut pada sesi blended financing nya. Blended financing berintikan skema kolaborasi semua pihak terutama pemerintah dan swasta untuk menentukan skema financing seperti apa yang baru yang harus disusun ulang.

Banyak hal yang didiskusikan dan butuh suatu konsep baru. Misalnya tentang FinTech, bagaimana mekanisme pemungutan pajaknya? Hal-hal itu yang kami amati dari pertemuan di Bali. Bagusnya masih terlihat komitmen dari tokoh-tokoh dunia yang hadir untuk tetap menyusun ulang tata ekonomi baru di tengah era yang sedang berubah seperti sekarang. Masing-masing delegasi membawa proposal yang dipresentasikan dan didiskusikan bersama.     

Tinggal nanti Indonesia sebagai negara emerging market yang masih mempunyai banyak kelemahan di sana sini, antara lain masih senang bermain di area pemanfaatan resources atau komoditas yang tidak memiliki added value. Tambahan lagi kita secepatnya harus melakukan pembenahan total ke dalam, diantaranya sektor birokrasi kita yang masih belum siap.(pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional