BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)
Pembenahan Ekspor Impor Mulai dari Validasi Data

Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019 mengalami surplus karena penurunan impor lebih tinggi dari penurunan ekspor. Ini justru menimbulkan kerugian dua kali. Potensi defisit neraca perdagangan ini sudah dilontarkan pada 2017 dalam rembuk nasional, tetapi tidak ada yang menanggapi.

Saat itu potensi ancaman defisit sudah jelas. Gejalanya dapat dilihat dari pertumbuhan industri yang  terus merosot, pertumbuhan impor meningkat terutama pada barang konsumsi, sementara pada bahan baku tetap porsinya.

Pada data impor terjadi pergeseran dominasi negara asal. Perpindahan dominasi dan peningkatan impor secara masif dan konsisten terjadi pada negara asal China. Impor dari negara tersebut bukan berupa bahan baku tetapi barang konsumtif.

Porsi impor negara asal China semula kurang dari 12 persen, namun secara kontinyu dan konsisten naik menjadi sekitar 30 persen. Peningkatan porsi impor dari China konsisten melonjak dalam 5 tahun terakhir. Barang yang masuk dari China kemungkinan besar bukan bahan baku.

Selain itu, ada pergeseran izin impor dari semula importir produsen ke importir umum yang kemudian perannya menjadi dominan. Mereka mengimpor barang yang laku dijual di pasar. Berbeda dengan importir produsen yang hanya mendatangkan barang yang dipakai sesuai kebutuhan dalam industri. Mereka tidak akan mengimpor melebihi kebutuhan karena akan menjadi biaya.

Pembenahan ekspor–impor harus dimulai dari validasi data untuk memetakan masalah yang sebenarnya sehingga respon kebijakannya menjadi jelas. Impor yang dilakukan harus memiliki rantai nilai (value chain) untuk proses berikutnya. (sar)

SHARE ON
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Deddy Herlambang

Pengamat Transportasi

Djoko Setijowarno

Pengamat transportasi

FOLLOW US

Karena Tak Melibatkan Ahli Kesehatan             Perlu Rekayasa Kebijakan Naikkan Daya Beli             Civil Society Perlu Awasi Hitung Suara             Holding BUMN Penerbangan             Saatnya Rekonsiliasi             Klaim Prabowo-Sandi Perlu Dibuktikan             Perlu Sikap Kesatria Merespons Kekalahan Pilpres             KPU Jangan Perkeruh Suasana             Gunakan Mekanisme Demokratik             Pemerintah Harus Bebas dari Intervensi Pengusaha