BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI
Pasar Punya Memori Cukup Kuat Perihal Kinerja Figur Menteri

Ada beberapa figur menteri yang belum cukup dikenal publik dan relatif baru dalam percaturan kabinet. Juga ada nama yang punya persoalan dengan kinerja yang tidak begitu baik pada kabinet pertama pak Jokowi. Misalnya mantan Menteri Perindustrian yang sekang diberikan posisi sentral menjadi Menko Perekonomian.

Salah satu cara untuk kemudian mendapatkan kepercayaan pasar adalah pak Airlangga harus melepas jabatannya sebagai ketua Umum Golkar. Mungkin salah satu alasan kenapa kinerja dia tidak begitu baik pada kabinet lalu adalah karena alasan rangkap jabatan itu. Apalagi menjadi ketua partai terbesar dan cukup dominan di Indonesia dengan segala dinamikanya.

Sudah seharusnya jika dia ingin menunjukkan kesungguhan maka harus melepas jabatan sebagai ketua umum Golkar.

Pasar juga masih punya memori pada beberapa periode lalu ketika Aburizal Bakrie menjadi Menteri Koordinator Perindustrian merangkap juga sebagai ketua umum Golkar. Ketika itu kinerja nya juga tidak begitu baik, bahkan kemudian direshuffle.  Sempat juga memakan korban yakni ibu Sri Mulyani yang tidak cocok chemistry nya dengan Aburizal Bakrie sehingga dia harus “terpental” sebagai pejabat di World Bank.

Hal itu juga yang mungkin menjadi point atau perhatian pasar keuangan kita. Dikihawatirkan nanti ketika Sri mulyani yang seharusnya bisa bekerja dengan baik tetapi karena tidak punya “chemistry” dengan Menko Perekonomian maka bisa jadi timbul kerentanan.

Untuk figur-figur menteri yang lain sepetinya layak diberikan kesempatan. Jika kita lihat masih ada bu Sri Mulyani yang menandakan bahwa kabinet ini bisa langsung bekerja dengan baik dan tidak membutuhkan waktu panjang untuk beradaptasi satu sama lain.

Apalagi Kementerian Keuangan adalah posisi yang cukup sentral untuk menjaga ekonomi Indonesia.

Untuk Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, sebagai figur parpol dan pengusaha mungkin bisa diberikan kepercayaan juga karena kita pun belum banyak tahu bagaimana kinerjanya. Tapi memang sementara ini pasar masih melihat bahwa ini figur parpol. Diharapkan dengan latar belakang pengusaha dia bisa mengetahui bagaimana kondisi industri domestik.

Ada juga figur lain seperti Nadiem Makarim, Erick Tohir, Wishnutama, itu adalah figur-figur profesional yang matang di lapangan dan kemudian jika bertemu dengan figur yang pengalaman di birokrasi seperti Sri Mulyani maka diharapkan berkolaborasi dengan baik.

Figur baru berikutnya seperti Agus Suparmanto yang ditempatkan di Kementerian Perdagangan. Hal ini menarik karena sebenarnya bukan jatah PKB, tetapi yang menarik dari latar belakangnya sebagai pengusaha yang punya konstituen banyak di UMKM.

Mudah-mudahan saja dia figur yang tepat untuk membangkitkan UMKM dalam negeri dan akhirnya kemudian bisa mempunyai peluang untuk ekspor. jadi sebagai bagian dari kompromi politik memang harus ada orang partai, tidak bisa kemudian menghilangkan hal itu sebagai bagian dari kepentingan kestabilan politik.

Pasar akan kembali bereaksi positif apabila para menteri bisa menunjukkan kinerja yang berhasil dalam 100 hari pertama kabinet Indonesia Maju. Serta bisa menunjukkan beberapa arah kebijakan yang jelas. Sehingga kemudian pasar bisa membaca ke depan akan seperti apa.

Intinya memang dari pemilihan anggota kabinet saat ini adalah ketika berbicara mengenai kebijakan. Khususnya kebijakan jangka pendek dalam beberapa waktu ke depan. (pso)

 

 

 

 

 

 

 

 

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI