BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia
Pasar Domestik Mulai Kontraksi

Kontraksi ekspor pada Februari 2019 bukan hanya bersifat bulanan tetapi secara tahunan merupakan yang tertinggi sejak April 2016, hampir 3 tahun. Biasanya kontraksi  terjadi secara musiman pada saat lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya.

Yang terjadi saat ini agak mengkhawatirkan karena semata-mata bukan karena faktor musiman tetapi  lebih ke masalah struktural.  Memang ada pengaruh eksternal dimana ekonomi negara tujuan ekspor utama Indonesia  melambat sangat drastis, terutama China. Di sisi lain harga komoditas andalan Indonesia hampir semuanya turun. Ini yang membuat kontraksinya menjadi tajam.

Masalah ini perlu segera dicari cara penyelesaiannya, baik dari sisi ekspor maupun pada sisi kontrol impor. Penurunan impor juga terjadi sangat dalam terutama untuk bahan baku dan  bahan penolong.  Selain itu, pasar domestik atau konsumsi domestik juga perlu mendapatkan perhatian karena bisa jadi ini yang membuat impor bahan baku dan bahan penolong turun.  Permintaan dari dalam negeri sudah mengalami gejala penurunan.

Jika sebelumnya permintaan domestik pada 2018 cukup kuat, walaupun permintaan luar negeri terhadap produk ekspor melemah, maka pada awal 2019 sudah mulai melemah permintaan di dalam negeri. Ini sudah harus serius direspon oleh pemerintah.

Permintaan terhadap produk ekspor turun sejak Desember 2017, sudah lebih dari 1 tahun. Tetapi permintaan domestik masih kuat. Industri masih ekspansif jika dilihat dari Purchasing Managers’ Index pada 2018. Mulai awal 2019 PMI mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 1 tahun terakhir.

Kontraksi PMI belum dapat disimpulkan bahwa ekonomi domestik lesu karena baru terjadi sebulan. Sejumlah indikator juga masih menunjukkan hal positif seperti penjualan sepeda motor yang tumbuh dua digit. (sar)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Insentif Pajak, Daya Tarik Sistem Pajak yang Paling Rasional             Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat             Tak Cukup Imbauan