BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas
Parpol Hanya Ingin Menang

Kutu loncat partai itu tentu tidak sehat bagi kaderisasi partai. Tapi, masalah itu timbul karena partai-partai di Indonesia tidak memiliki ideologi dan tidak memiliki mekanisme demokrasi internal mengenai rekruitmen yang baik.

Akibatnya, partai menjadi pragmatis. Sepanjang kutu loncat dianggap berharga untuk meningkatkan elektabiltas partai dan kader berpotensi menambah kursi atau kandidat pilkada potensial atau memiliki uang yang cukup untuk menghidupkan mesin partai, maka partai dengan mudah menerimanya.

Apalagi, tidak terdapat ketentuan internal partai yang mensyaratkan kader yang berhak maju haruslah yang pernah mengabdi sepanjang waktu tertu di partai untuk dapat maju. Hal itu menunjukan partai kita pragmatis. Hanya ingin menang segera tanpa berharap pembinaan kader terjadi. (mry)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?