BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas
Parpol Hanya Ingin Menang

Kutu loncat partai itu tentu tidak sehat bagi kaderisasi partai. Tapi, masalah itu timbul karena partai-partai di Indonesia tidak memiliki ideologi dan tidak memiliki mekanisme demokrasi internal mengenai rekruitmen yang baik.

Akibatnya, partai menjadi pragmatis. Sepanjang kutu loncat dianggap berharga untuk meningkatkan elektabiltas partai dan kader berpotensi menambah kursi atau kandidat pilkada potensial atau memiliki uang yang cukup untuk menghidupkan mesin partai, maka partai dengan mudah menerimanya.

Apalagi, tidak terdapat ketentuan internal partai yang mensyaratkan kader yang berhak maju haruslah yang pernah mengabdi sepanjang waktu tertu di partai untuk dapat maju. Hal itu menunjukan partai kita pragmatis. Hanya ingin menang segera tanpa berharap pembinaan kader terjadi. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Anang Zubaidy, SH., MH

Kepala Pusat Studi Hukum FH UII

Deddy Herlambang

Pengamat Transportasi

FOLLOW US

KPU Jangan Perkeruh Suasana             Gunakan Mekanisme Demokratik             Pemerintah Harus Bebas dari Intervensi Pengusaha             Tunggu, Mas             Yang Tak Siap Menang Cuma Elit Politik, Rakyat Tenang Saja             Ikhtiar Berat Tegakan Integritas Pemilu             Kedaulatan Rakyat Dibayang-bayangi Money Politics             Tiap Orang Punya Peran Awasi Pemilu             Jangan Lecehkan Kedaulatan Rakyat             Selesaikan Dulu Sengkarut Harga Tiket Pesawat