BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Penyutradaraan dan Penciptaan Seni Videografi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Pajak Vs Film

Paling tidak ada kepedulian mencari celah untuk berkarya film dengan tidak terbebani pajak yang relatif tinggi. Saya memang bukan pengamat pajak khususnya dalam perfilman.

Tetapi praduga saya adalah mereka para produser industri film yang merasakan berat tidaknya besaran pajak. Namun bagi para pemula misalnya tingkat SMK/SMA mungkin  belum mempersoalkan masalah pajak. Karena belum masuk dalam lingkaran industri film.

Isu film nasional telah dibunuh oleh pemerintahnya sendiri yang dilontarkan Mas Hanung ditahun 2010 memang membawa dampak positif dimasa itu. Tetapi di era belakangan ini saya pernah membaca bahwa Pemerintah Daerah Bekasi di tahun 2017 telah menurunkan pajak hiburan film menjadi 5 persen. Itu hasil upaya dari Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), dan juga merambah ke derah lain.

Dengan otonomi daerah, pemerintah daerah punya kewenangan sendiri  dalam melakukan kebijakkan aturan. Pemerintah daerah wajib membantu pertumbuhan film Indonesia, tercantum dalam UU Perfilman no 33 Tahun 2009.

Pemda DIY sepertinya sudah beberapa kali memberikan stimulan atau bantuan dana bagi fillm maker muda dengan DANAIS nya, itu sebagai contoh kecil saja. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya. Idealisme berkarya kadang mengabaikan banyak sedikitnya resiko. Tapi di dunia industri harus berhitung untung dan rugi. Selamat berfilm ria. (grh)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Bambang Budiono MS

Pengajar Antropologi Politik Fisip Unair

FOLLOW US

Daerah Perbatasan Harus Outward Looking             Abu Bakar Ba’asyir Digoreng dalam Bungkus Politik             Pemerintah Belum Bisa Disalahkan             Pemerintah Seharusnya Tidak Perlu Terburu-buru             Kapasitas Sumber Daya Lokal yang Menjadi Hambatan             Konglomerasi Media dan Pilpres             Kuatnya Arus Golput: Intropeksi Bagi Parpol             Golput Bagian dari Dinamika Politik             Parpol ke Arah Oligharkhis atau Perubahan?             Melawan Pembajak Demokrasi