BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Majelis Tinggi Partai Demokrat
PSI.....Mencari Peluang 2019

Sebagai partai politik baru sudah layaknya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berusaha mati-matian untuk bisa mendulang suara di Pemilu 2019 nanti. Hal ini dikarenakan PSI sebagai partai baru tidak memiliki maskot atau tokoh yang bisa diandalkan untuk mendulang suara atau melancarkan operasional PSI di masyarakat.

Sangat disayangkan bahwa sebagai partai anak muda PSI tidak bisa menampilkan diri sebagai sebuah kekuatan milenial, malah masuk ke dalam kancah pertarungan dengan isu usang yang bagi saya sama sekali tidak menarik. 

Akibatnya, partai anak muda tersebut berseteru dengan para pendukung dan pengidola Soeharto. Video yang dibuat PSI dianggap menghina Presiden ke-2 RI tersebut. Bahkan video PSI menjadi polemik karena saat ini para pendukung Soeharto masih sangat banyak. Anak-anak Soeharto, mulai dari Titiek, Tommy hingga Tutut juga mulai kembali muncul ke panggung politik. Bagi para pendukung keluarga Cendana, video PSI adalah bentuk “pelecehan” bagi Soeharto. Bagi mereka, video PSI kontraproduktif dengan kampanye mengembalikan kekuasaan trah Soeharto ke panggung politik nasional.

Selain itu, PSI juga berusaha menarik perhatian sebagai partai yang memperjuangkan hak asasi manusia. Pertanyaanya, apakah cara yang ditempuh oleh PSI ini tepat? Atau ingin menjadi partai pejuang HAM.

Saya kira bagus-bagus saja sebagai partai anak muda. Tapi sayang PSI salah memilih, karena dagangannya melahirkan konflik. Bisa jadi, manuver seperti ini menjadi bumerang layaknya seorang berdagang, adakalanya harus menderita kerugian karena salah strategi dalam menerapkan apa yang diinginkan konsumen.

Sebenarnya banyak persoalan yang dihadapi masyarakat sekarang ini seperti, tentang harga yang meningkat ataupun masalah-masalah yang menyangkut tenaga kerja. Saya kira itu lebih relevan dan  akan mendapat perhatian dan disukai oleh masyarakat. Namun, perkiraan saya hal itu tidak akan mereka lakukan karena sejak awal mereka sudah menetapkan arah kiblat partainya.

Di sisi lain PSI sangat terpengaruh dengan posisinya yang oleh beberapa survei belum beranjak dari posisi terakhir atau nol koma. Tapi PSI tidak perlu berkecil hati, sebagai partai anak muda, mewakili kelompok millenial bisa diraih sebagai modal menuju pemilu, dengan catatan PSI harus mampu memunculkan masalah-masalah masa kini bukan yang sudah usang. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)