BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Mantan Ketua DPR RI
PSI Sedang Mencari Panggung

Tidak mudah untuk mendapatkan dukungan suara bagi partai baru, dengan sistem pilleg dan pilpres dijadikan satu. Partai yang baru lahir harus mampu melahirkan differensiasi atas produk yang ditawarkan ke publik. Pemilu 2019, partai yang memiliki calon presiden lebih mudah dikenal dan cenderung akan dipilih oleh calon pemilih. Sedikit sekali masyarakat yang memilih capres dari Partai A, untuk nemilih Partai B, mereka dipastikan akan memilih Partai A.

Apa yang dilakukan oleh PSI, yang saya lihat sangat kreatif walaupun belum tentu produktif. Contoh membuat usulan susunan Kabinet 2019-2024, jelas ini tidak lazim karena kabinet adalah hak prerogatif presiden. Intinya untuk mendapatkan dukungan dari konstituen calon-calon menteri yang disebut dalam rencana susunan kabinet tersebut, termasuk membuat panggung untuk bisa selalu tampil di publik, menjadi isu publik sehingga dapat membangun image calon pemilih terhadap PSI. Ini bisa produktif dan bisa juga tidak produktif.

Demikian juga dengan mem-publish kekurangan Orba. PSI ingin mengambil ceruk pasar dari mereka yang mengalami kejahatan Orba, namun PSI lupa ceruk itu sangat sempit karena sekarang ini calon pemilih mereka yang anti Pak Harto sudah punya tempat semua, khususnya di partai-partai nasionalis. Yang ada justru eforia masyarakat yang ingin membangun citra bahwa era Pak Harto kehidupan dirasakan lebih baik dari sekarang. Tentu ini akan kontra produktif.

Apa yang dilakukan PSI, menunjukkan PSI tidak punya isu lain, merupakan janji kampanye yang bisa memberi solusi dari persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.

Satu hal yang dicari oleh PSI adalah panggung, sehingga PSI selalu menjadi pembicaraan publik, tentu bisa mengingatkan masyarakat pemilih terhadap PSI. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional