BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat transportasi
PKL Boleh Gunakan Trotoar dengan Aturan Tertentu

Jika kita bicara mengenai fungsi trotoar, sejatinya trotoar itu adalah hak pejalan kaki. Namun, sebenarnya trotoar itu boleh juga digunakan oleh PKL. Seperti yang berlaku di Singapura, juga kota-kota lain di dunia.

Tapi, itu ada aturannya, bukan sembarangan. PKL yang diizinkan berdagang di trotoar itu yang siap saji. Baik makanan atau minuman, itu yang siap saji, jadi tidak ada lagi masak-masak di situ. Itu pun mereka tidak buka lapak atau berdiam di situ, melainkan mereka berjalan menjajahkan jualannya.

Trotoar yang digunakan pun dibatasi jumlahnya, bukan sepanjang trotoar itu. Nah, ketentuan yang di Jakarta menyalahi aturan, trotoar ditutupi semua. Jadi salah pemanfaatan trotoar di Jakarta untuk PKL berjualan.

Ya mungkin itu janji politik dari Gubernur DKI Jakarta. Tapi jika mengeluarkan kebijakan memfasilitasi PKL untuk berjualan di trotoar, itu keliru. Tidak boleh seperti itu, menyalahi aturan. Jika masyarakat atau komunitas ingin menuntut, bisa saja seperti yang di Tanah Abang.

Untuk Pemprov DKI Jakarta, sebaiknya janganlah banyak-banyak melanggar aturan. Sebaiknya suatu kebijakan ditelaah dulu sebelum diberlakukan atau diterapkan. (ast)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

Massa Ke MK, Untuk Apa?

0 OPINI | 13 June 2019

Bangsa Xenophobia

13 June 2019

Bahasa Daerah, Merana Nasibmu

2 OPINI | 14 June 2019

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat             Tak Cukup Imbauan             Investor Tak Hanya Andalkan Peringkat Daya Siang