BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia
PBB Perlu Tumbuh

Apapun pilihan Yusril Ihza Mahendra itu hak yang bersangkutan. Memilih bergabung menjadi lawyer Jokowi-MA merupakan pilihan. Karena politik itu pilihan. Memilih bergabung atau berada di sebrang (kubu Prabowo-Sandi.

Selain soal profesionalisme, bisa saja Yusril memiliki target-target politik. Wajar jika Yusril memiliki target politik. Yusril tahu betul, partai politik didirikan untuk merebut kekuasaan secara konstitusional melalui pemilu.

Jika Partai Bulan Bintang (PBB) tidak diakomodir kepentingan politiknya oleh Prabowo, lalu Yusril dan PBB lari ke Jokowi. Itu hal biasa dan sangat wajar. Yusril sebagai Ketum PBB, tentunya tidak mau tenggelam bersama Prabowo. Karena kepentingan politiknya bertepuk sebelah tangan. PBB perlu tumbuh. Sehingga merapat kekuasaan merupakan pilihan yang terbaik.

Dengan demikian, bisa saja alasan Yusril menjadil lawyer Jokowi-MA karena kepentingan elektoral PBB. Seandainya PBB masih tidak lolos parliamentary threshold 4 persen di Pemilu 2019 nanti, paling tidak PBB ingin bertambah perolehan suaranya. Tidak stagnan, apalagi berkurang. Memang berat bagi PBB untuk menembus ke Senayan. Namun dengan kerja keras ketua umum dan para calegnya, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Selalu ada harapan. Dan selalu ada kesempatan.

Jika ada kepentingan tertentu, selain kepentingan elektoral, dari Yusril merupakan hal yang wajar. Karena dipolitik itu hanya dua pilihan: bergabung dengan penguasa atau berada di luar pemerintahan. Berpolitik itu lebih menyenangkan jika bereda dalam lingkaran kekuasaan. Karena bisa berbuat banyak untuk masyarakat. Bukan tak mungkin Yusril ingin agar ada kader-kader PBB yang menjadi menteri ketika nanti Jokowi-MA ditakdirkan menang.

Sebagai lawyer Jokowi-MA memang tugas Yusril untuk mengamankan dan memenangkan perkara-perkara yang dihadapi Jokowi-MA. Itu memang tugas lawyer. Siapapun dia. Termasuk Yusril. Yang pasti, kita harus tetap memasang mata dan telinga, untuk mengawasi agar Pemilu berjalan demokratis, free, fair, dan damai. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Bambang Budiono MS

Pengajar Antropologi Politik Fisip Unair

FOLLOW US

Layar Kaca dalam Ruang Demokrasi             Sebaiknya Ahok Cuti Politik Dulu             Ahok Seharunya Memainkan Peran dalam Politik Kebangsaan             Disparitas Kemiskinan Tinggi              Pertumbuhan Naikkan Pendapatan             Daerah Perbatasan Harus Outward Looking             Abu Bakar Ba’asyir Digoreng dalam Bungkus Politik             Pemerintah Belum Bisa Disalahkan             Pemerintah Seharusnya Tidak Perlu Terburu-buru             Kapasitas Sumber Daya Lokal yang Menjadi Hambatan