BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pegiat Literasi Bagi Anak-Anak di Daerah Terpencil, Penulis Cerita Anak Dalam Bahasa Inggris, Pengajar Bahasa Inggris
Orangtua Harus jadi Teladan bagi Anak

Jelas teknologi tidak bisa dipersalahkan, dia adalah gelombang yang membawa kita ke masa depan. Lalu siapa yang salah?

Stakeholders dalam pembentukan karakter anak jaman manapun adalah orangtua, orang sekitar anak, guru, lingkungan nyata maupun maya. Siapapun bisa dipersalahkan. Namun pengaruh terkuat menurut saya datang dari orangtua (yang egois).

Orangtua sangat bisa mempengaruhi pertumbuhan karakter anak melalui teladan sehari-hari. Kebiasaan menggunakan kata-kata kasar akan diterima anak sebagai wajar dan sangat mudah ditiru. Orangtua (egois) yang lebih suka main hape daripada bercengkerama dengan anak akan memberi keyakinan pada anak bahwa hape dan benda teknologi modern adalah tuhan kedua yang sangat dibutuhkannya.

Orangtua yang sering membaca dan suka membacakan cerita pada anaknya sejak usia dini, akan membantu anaknya tumbuh dengan keyakinan bahwa membaca buku termasuk kebutuhan penting dalam hidupnya. Anak yang banyak membaca lebih mudah menangkap pelajaran, mempunyai pengetahuan umum yang luas, dan lebih kritis terhadap kejadian-kejadian sekitarnya, sehingga lebih bisa membedakan yang patut dari yang tidak patut untuk ditiru.

Kata-kata tidak santun ‘kids jaman now’ pastinya bukan diciptakan anak itu sendiri. Kurangnya perhatian orangtua mendorong anak-anak untuk lari ke dunia maya. Di sinilah anak merasa menemukan ‘home’ dan dengan mudah mengadaptasi budaya kasar tanpa halangan.

Lalu bagaimana solusi masalah ‘kids jaman now’? Siapa yang harus di-‘perbaiki’?

Menurut saya, bagi anak-anak yang sudah terlanjur menjadi ‘kids jaman now’, harus ada ‘perbaikan’ dalam kerjasama orangtua dan guru, mereka harus bisa mencontohkan tutur kata santun dan kendali diri dalam pemakaian hape. Perlu penyuluhan (oleh siapa?) bagi para orangtua, baik bagi yang kurang pendidikan maupun yang berpendidikan tinggi, untuk tidak terlalu dini dan terlalu mudah memberikan hape pada anak-anaknya. Juga perlu peningkatan pendidikan guru (oleh siapa?) agar guru sadar bahwa dirinya bukan hanya seorang pengajar tapi juga seorang pendidik.

Bagi anak-anak usia dini, peran orangtua adalah paling utama. Orangtua harus diyakinkan bahwa bercengkerama dengan anak jauh lebih penting daripada ber-hape-ria. Orangtua juga harus diyakinkan bahwa memperkenalkan membaca (jangan hape!) sedini mungkin, mencontohkan banyak membaca, serta rajin membacakan cerita pada anak-anaknya akan sangat membantu membentuk karakter anak yang baik dan santun. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)