BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Orang Kaya Pakai Air untuk Keperluan Macam-macam

Kebutuhan air berkaitan dengan tingkat kesejahteraan. Pada masyarakat
menengah ke bawah kebutuhan air hanya untuk kebutuhan pokok masak dan mandi. Nah, kalau masyarakat yang tergolong kaya mereka butuh untuk cuci mobil bahkan untuk menyiram kebun. Saya pernah survey di kelas internasional, kebutuhan air di rumah mereka ada yang 900 liter per hari karena ada kebutuhan cuci mobil, taman, dan juga kolam renang. 

Jika air tanah digunakan untuk keperluan sehari-hari tanpa ada izin ke PDAM, itu merupakan tindakan ilegal. Nah persoalan kita adalah sumber air dan pengelolaannya sangat kurang. Sumber air baku hampir seluruhnya tercemar, seperti sungai citarum. Lalu, pengelolaannya masih terbilang berantakan karena distribusi air masih banyak yang mendapatkan air berbau ataupun kotor padahal sudah bayar. Hal psikis masyarakat seperti ini mendorong mereka mengambil air tanah. 

Sistem distribusi pengaliran air harus jelas. Seluruh masyarakat berhak mendapat air. Jika ada masyarakat tidak bisa membayar air lalu diputus pemipaan ke rumahnya sebenarnya tidak boleh karena ada UU yang menyatakan bahwa seluruh masyarakat memiliki hak air. 

Kita sibuk mengatakan bahwa air yang dijual di gerobak-gerobak seperti banyak diperjualbelikan di Jakarta Utara adalah ilegal, lalu apa kita tidak sadar bahwa menyedot air tanah secara dalam untuk kebutuhansehari-hari tidak ilegal? Penyedotan air tanah ini sudah berlangsung lama tetapi baru dihebohkan seakrang saja. Namun ada baiknya juga, agar pemerintah tegas memberi aturan atau adanya peraturan daerah bertindak secara hukum. 

Ada timpang tindih alasan untuk penggunaan air tanah. Kalau struktur dari pengelola air saja tidak jelas, bagaimana masyarakat atau pihak swasta taat pajak terkait air. Permasalahan ini tidak sederhana. Namun pendapat saya secara tegas menyatakan bahwa penggunaan air tanah secara ilegal harus ada kebijakan tegasnya karena tanpa kita sadari penggunaan air yang sewenang-wenang tidak hanya merusak manusianya tetapi keseimbangan alam juga rusak. 

Di balik permasalahan air tanah yang digunakan secara illegal, saya lebih mengarahkan konteks air untuk memperbaiki kualitas, kuantitas dan kontiniunitas penggunaan air. Air nilainya ekonomi, bukan finansial. Hal ini sering disalahtanggapi. Jika air untuk kebutuhan ekonomi, berarti ada konsep subsidi. Jika air tanah digunakan secara illegal, bagaimana nasib subsidi yang bernilai untuk masyarakat miskin? Semua masyarakat wajib mendapat air bersih. (win) 
 

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF