BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI
Negara-negara Emerging Market di Asia Sedang Tumbuh

Kalau saya melihat justru negara berkembang terutama di emerging market, di Asia terutama, sekarang malah menjadi kutub baru. Kalau kita melihat juga Amerika dan terutama Eropa yang mengalami penurunan perekonomian, begitu pula dengan Amerika dan Jepang yang stagnan, tapi kita melihat emerging market di kawasan Asia justru mengalami perkembangan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional yang cukup signifikan.

Malah justru negara-negara barat mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Ada kecenderungan negara-negara barat saat ini menghindari kesepakatan perdagangan internasional, padahal dulu mereka yang memaksa negara berkembang untuk masuk dalam kesepakatan perdagangan bebas internasional. Mereka terkesan menarik diri karena justru mereka sekarang yang kalah, sementara Asia menguat.

Dalam konteks itu sebenarnya Asia sedang mendapatkan momentum. Bahkan ada yang menyebut saat ini adalah abadnya Asia.

Memang, jika dilihat negara-negara non emerging market masih butuh banyak dorongan. Tetapi kalau kita melihat tren di Afrika sekarang, mereka sebenarnya justru tumbuh lumayan signifikan. Negara Afrika yang selama ini tertinggal justru sedang tumbuh seperti Ethiopia dan Somalia. Negara-negara yang dulu sangat tertinggal saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat siginifikan. Bahkan Ethiopia sendiri mengalami pertumbuhan ekonomi 8-9 persen.

Jadi negara-negara non Barat justru sedang mendapatkan momentumnya pada periode saat ini.

Lembaga-lembaga keuangan seperti IMF dan World Bank saat ini masih menawarkan bantuan ke negara-negara yang dianggap membutuhkan, tetapi tetapi format nya lebih ke bilateral ketimbang multilateral. Jadi sudah berubah tidak seagresif dulu. China yang sekarang berkembang malah menawarkan bantuan utang ke negara-negara lain seperti  Srilanka, Zimbabwe dan negara-negara Afrika lainnya.

Hanya masalahnya seperti yang terjadi misalnya di Srilanka dan Zimbabwe juga Pakistan, mengalami kegagalan manajemen pengelolaan utang sehingga dalam beberapa kasus mereka mengalami gagal bayar.  Ketika gagal bayar, maka proyek-proyek mereka disita oleh China. Sehingga China memiliki pelabuhan di negara tertentu. Hal itu sebenarnya yang harus kita waspadai dan evaluasi.

Dengan demikian dalam konteks kekuatan ekonomi, China saat ini sudah cukup kuat dan mereka sanggup memberi utang kepada negara-negara lain.

Negara-negara emerging market di Asia yang sekarang sedang tumbuh signifikan sebenarnya terletak pada keterbukaannya. Seperti di Vietnam, mereka lebih outward looking, begitu juga dengan Myanmar yang lebih terbuka. Thailand dan Malaysia juga cukup terbuka dengan kerjasama ekonomi internasional. Justru Indonesia yang masih harus memperlajari beberapa strategi perkembangan ekonomi dan masih harus terus dievaluasi. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI