BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta
Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia

Prediksi Moodys mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia terlalu pesimistis dan tidak mengetahui seberapa besar potensi Indonesia dalam konteks pengembangan infrastruktur, memberikan kemudahan dalam masalah perpajakan untuk mendorong investasi, dan kebijakan meningkatkan ekspor.  Lembaga tersebut tidak begitu mengetahui potensi dari strategis pemerintah tersebut.

Berbagai langkah yang dipersiapkan pemerintah—kalau berhasil—seperti reformasi atau kemudahan pajak untuk para investor, kemudahan dan dukungan dalam melakukan ekspor maka pada 2020 Indonesia dapat menggenjot ekspor sehingga Indonesia bisa tumbuh di atas 5,05 persen.

Mengenai pengaruh China yang melambat akibat perang dagang dengan AS terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, secara tradisional negara tersebut memang menjadi tujuan ekspor terbesar kedua setelah intraAsean.

Namun sejak 2016 Indonesia sudah mencari negara tujuan ekspor nontradisional. Salah satu caranya adalah dengan menggalakkan imbal beli walaupun belum sesukses seperti perkiraan membuka pasar nontradisional seperti ke Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin.

Pertumbuhan ekonomi masih akan berkisar pada 5-an persen pada 2020. Namun jika semua kebijakan tersebut berhasil –di sisi investasi dan peningkatan ekspor--maka akan ada peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tahun selanjutnya  di 2021 hingga 6 persen.

Beberapa lembaga pemeringkat mengetahui faktor eksternal satu negara, namun jarang mengetahui kondisi internal sehingga melupakan faktor dan memberikan bobot yang sangat kecil. Padahal porsi ekspor Indonesia tidak terlalu besar disamping efek berganda yang ditimbulkannya belum terlalu besar juga.

Di sisi lain, pengeluaran pemerintah dan investasi memiliki efek berganda yang lebih besar dibandingkan ekspor. Walaupun terjadi perlambatan pertumbuhan ekspor, Indonesia tidak banyak bergantung pada hal itu.  (msw)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila