BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua DPW KOMBATAN Provinsi Bali
Menyoal Intervensi Ulama di Pilgub Jatim

Pilkada serentak di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Jawa Timur (Jatim), semua menggunakan strategi dan gaya masing-masing untuk memenangkan pasangan cagub dan cawagubnya. Namun di beberapa provinsi kadang nyeleneh strateginya, seperti contohnya Pilgub Jawa Barat dengan menunjukan kaos ‘2019 Ganti Presiden’ dan tentunya di Jatim dengan adanya fatwa fardhu ‘ain yang dapat dimaknai sebagai kewajiban setiap warga Jatim yang memiliki hak pilih untuk memilih Khofifah-Emil.

Model kampanye seperti ini sepatutnya tidak usah dilakukan, karena akan menciptakan image diskriminasi terhadap umat muslim yang mana di masing-masing kandidat terdapat ulama-ulama yang mendukung paslon Khofifah-Emil dan Saifullah-Puti. Sehingga kalau fatwa ini dipergunakan sebagai senjata untuk meraup suara malah akan menjadi bumerang bagi paslon Khofifah-Emil, karena ulama-ulama di Jatim mempunyai hak dan kewajiban yang sama di dalam menentukan pilihanya sebagai sesama umat muslim.

Cara dan gaya yang selalu mengunakan istilah-istilah agama di dalam kampanye  tidaklah tepat, karena agama adalah hal yang sangat sakral sebagai hubungan manusia dengan Tuhan yang diimani. Bagaimana bisa kita membawa kepentingan individu dengan Tuhan kepada kepentingan politik yang berkonotasi negatif? Jadi, strategi politik Khofifah-Emil di Pilgub Jatim juga kurang tepat. Pasalnya, akan menimbulkan gesekan-gesekan di antara umat bagi masyarakat bawah yang tingkat pengetahuannya tentang agama masih banyak yang rendah.

Sebaiknya bertarunglah dengan gentleman dan tidak mengunakan isu-isu agama dan sebaiknya pula bertarunglah dengan mengadu program demi kemajuan Jatim. Hal tersebut akan lebih elegant dan terhormat, karena kalah-menang dalam suatu pertarungan adalah hal yang biasa. Lebih-lebih, perjuangan untuk kemajuan dan kesejahtraan rakyat Jatim bukan hanya harus menjadi gubernur, tapi bisa dilakukan melalui apa saja, asal dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. (cmk)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Imam Ghozali

Dosen STAIN Bengkalis

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Niko Adrian

Advokat, Dosen Hukum Tata Negara FH-UKI

FOLLOW US

Perlu Membangun Model yang Standar             Demi Suharto Pemerintah dan Oposisi Bersatu             Petahana Demisioner vs Penantang Bulldozer             Dikhotomi Orde Baru dan Reformasi : Masih Relevankah?              Turn Back Orba             Percakapan Dari Orang ke Sistem             Orde Baru Politik Sesaat dan Tantangan Menuntaskan Reformasi             Pertarungan Idiologi             Bangkit Orde Para Bandit             Pendekatan Dialogue dalam Penyesuaian Konflik Papua Lebih Efektif, Ketimbang Operasi Militer