BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF
Menguasai Kecerdasan Alamiah Manusia

Kecerdasan buatan, robotisasi merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak mungkin kita hindari. Dunia industri didorong untuk lebih menuju kepada persaingan usaha yang sehat yang salah satu hasilnya adalah harga yang kompetitif. 

Untuk terus bertahan salah satunya harus melakukan efisiensi melalui penggunaan teknologi. Alhasil pengembangan teknologi berjalan lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah dengan tagline making Indonesia 4.0 mencoba menghadapi revolusi industri 4.0 dengan berbagai strateginya. Namun alih-alih menyiapkan strateginya, pemerintah hanya bereuforia terhadap keberhasilan satu dua perusahaan aplikasi saja yang dampaknya terbatas pada sektor-sektor tertentu. Seperti Gojek yang diandalkan Pemerintah lewat applikasi transportasi onlinenya. Dan beberapa perusahaan digital lainnya. 

Namun di sisi lain pemerintah seakan lupa bahwa fondasi yang dibangun masih sangat rapuh. 
Rapuhnya fondasi perekonomian di era industri 4.0 terlihat dari sumber daya manusia yang belum siap bersaing, inovasi yang masih kalah dari negara lainnya, hingga masih rendahnya porsi dana penelitian dan pengembangan (R&D) terhadap PDB dibandingkan dengan negara lain. 

Tiga faktor ini yang akan menentukan bagaimana nasib Indonesia ke depan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Tiga faktor tersebut merupakan dasar untuk meningkatkan kemampuan alamiah manusia dalam hal ilmu pengetahuan. 

Faktor sumber daya manusia sudah menjadi tagline kampanye salah satu calon dan hal tersebut positif untuk mengejar ketertinggalan Indonesia. Inovasi dana dana R&D masih sangat jauh dari pembicaraan mengingat ada salah satu twitan CEO aplikasi ternama Indonesia yang menyindir hal tersebut namun hal tersebut malah menjadi perdebatan pilpres alih-alih perdebatan subtantif terkait inovasi dan R&D. 

Padahal di era pertumbuhan ekonomi saat ini, inovasi dan R&D menjadi kapital tak terlihat bagi fungsi perekonomian. Tiga faktor tersebut menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang, dan tentu saja untuk menciptakan lapangan kerja yang sesuai dengan industri 4.0. 

Tiga faktor tersebut yang nantinya akan menjadi dasar untuk mengembangkan kecerdasan alamiah manusia dimana tidak akan pernah ditandingi dengan mesin. Bagaimanapun juga manusia yang menciptakan mesin dengan kecerdasan buatan. Dengan itu manusia pasti lebih unggul daripada mesin tersebut. Asalkan pemerintah mau mempertimbangkan 3 faktor yang saya sebutkan di atas. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)