BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pastor dan aktivis penggerak kesadaran manusia
Mengembalikan Ekonomi Berkonstitusi

Pertama-tama kita harus memberikan apresiasi kepada upaya  pemerintah Jokowi yang mampu menjalin kesepakatan awal atau Heads of Agreement (HoA) antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum),  Freeport-McMoRan Inc. dan Rio Tinto. Seperti kita ketahui, berdasrkan fakta bahwa negoisasi itu berjalan sangat alot, karena terkait adanya beberapa kepentingan pihak-pihak tertentu.

Tujuan negosiasi ini sebenarnya mengembalikan kembali, apa yang dikatakan Soekarno bahwa kedaulatan ekonomi harus dimiliki oleh negara ini. keinginan inilah yang patut kita dukung dengan segala alasannya.

Kalau ada pihak-pihak yang kritis terkait hal ini, harus dilawan dengan data-data dan fakta. Karena sebenarnya apa yang dilakukan pemerintah tidak lain demi kebaikan bersama. Di saat konstitusi di jalankan dengan lebih baik, dan tidak ada conflict of interest dan tidak ada korupsi  di dalamnya, saya yakin kita mampu untuk merebut kembali. Selain itu, dalam negoisasi juga memerlukan power. Untuk mendukung kepentingan ini hanya mungkin kalau orang-orang yang melakukan negoisasi bersih dan tidak punya kepentingan. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Temuan TPF Novel Tidak Fokus             Bentuk TGPF Independen untuk Kasus Novel Baswedan             Pilah Skema Untuk Proyek Strategis             Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet             Diskresi Kepolisian Bermasalah?             Penanganan Tak Sesuai Perkap             Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan             Kita Tidak Dapat Menduga Kondisi Mental Polisi saat Menembak             MPLS Harus Diselenggarakan Sesuai Pedoman             Pendidikan Swasta Semi Militer Harus Ditertibkan