BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru, Pegiat Pendidikan Kritis
Mengajar Merupakan Panggilan Jiwa

Dari zaman mengajar di desa Sururon sampai saat ini (di sekolah yang baru) pada dasarnya kami masih tetap berjuang, baik untuk kemandirian sekolah yang kami kelola maupun untuk kemandirian para tenaga pengajarnya, yang membedakan hanyalah tempat dan lingkungan saja. Status sebagai pengajar tetap melekat pada diri kami sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan dari masyarakat terhadap kami.

Bagaimanapun ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kami sangat menyadari akan keberadaan dan kenyataan yang kami jalani dan rasakan, sesulit apapun dan seberat apapun kendala yang dihadapi oleh sekolah kami-- tetap harus dijalani dengan semangat dan rasa syukur. Karena bagi kami berdirinya sekolah adalah wujud dari cita-cita kami sebagai masyarakat kecil yang menginginkan generasi yang lebih hebat dan lebih maju melalui sekolah yang masyarakat dirikan sendiri.

Menjadi guru honor atau tidak menjadi guru honor kami tetap harus ada buat sekolah, sekalipun kami tidak mendapat gaji atau honor, tentunya kami dituntut untuk berpikir lebih kreatif untuk menghadapi semuanya. Proses untuk menjadi guru honor tentunya kami jalankan sesuai prosedural dan kebijakan yang ada.

Pemerataan guru tentunya menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, namun pemerataan yang dimaksud bukan dari jumlah atau kuantitas guru yang harus sama dan seimbang, namun melainkan tingkat kemampuan guru dan kualitas guru dalam mendidik juga harus diperhatikan, dan sebenarnya saat ini kita sangat bersyukur sekali karena program pengembangan mutu guru sudah dan sedang dilaksanakan.

Buat kami banyaknya sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan yang menjadi unggulan khususunya di kota-kota itu dirasa menjadi hal yang biasa, namun akan menjadi hal yang luar biasa tatkala muncul sekolah-sekolah unggulan dari pelosok atau dari daerah terpencil, hal ini yang tentunya kami harapkan. Mungkin ada baiknya juga bila guru-guru yang memiliki kemampuan lebih sekali-kali disilang dan ditempatkan dipelosok, meskipun hal ini tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan,tetapi paling tidak ini menjadi sebuah harapan dan penantian.

Bantuan pemerintah terhadap guru honor sebenarnya ini sudah ada, program-program pemerintah melalui instansi terkait sudah meluncurkan program-program baik yang bersifat peningkatan kapasitas tenaga pendidik maupun dalam jenjang karir-- namun semuanya harus dilalui lewat suatu proses yang panjang.

Secara pribadi mengajar buat saya adalah sebuah seni dibalik sebuah kemuliaan yang luar biasa, meskipun harus berhadapan dengan tantangan dan kendala, namun saya meyakini seringan-ringannya aktivitas yang dilakukan seseorang tentunya tidak terlepas dari tantangan, kendala, dan resiko. Mengajar menjadi panggilan jiwa yang senantiasa harus dinikmati dan disyukuri. Selemah-lemahnya orang adalah orang yang mampu memberikan manfaat bagi sesamanya. Tantangan, kendala, dan resiko-- senantiasa dijadikan sebagai tempaan dalam membangun mental sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan rasa percaya diri. Sementara keberhasilan melahirkan generasi yang bertanggung jawab atas dirinya,keluarganya, lingkungannya, agamanya, bangsa dan negaranya itu menjadi cita-cita dan harapan.

Mimpi besar terhadap pendidikan yang ada di pelosok tentunya menjadi mimpi bersama, suatu saat nanti pendidikan yang ada di pelosok sama dan mampu bersanding serta berdiri sejajar dengan pendidikan yang ada dikota besar-- tentu akan menjadi sesuatu yang indah. (fai) 

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF