BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh
Mencari Laki-Laki Penjamin Hidup Perempuan

Di era digital ini, di mana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih alias sophisticated ini, seperti hadirnya berbagai macam media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn dan lain-lain, semakin menambah ruang ekspresi dan menjadi tempat menumpahkan berbagai hal, termasuk uneg-uneg. Dunia maya, begitu disebutkan sekarang, menjadi tempat memuntahkan segala hal, termasuk kebencian dan bahkan berita bohong yang kita kenal dengan hoax.

Secara nyata, di dunia maya, semakin banyak hal aneh dan terkadang tidak masuk di akal sehat kita. Dikatakan aneh, karena tidak semua hal bisa berjalan lurus, mengikuti rel dan berjalan seiring sejalan. Banyak hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, ya itu pula yang diperbanyak. Banyak hal yang dilarang, maka segala yang dilarang itu didobrak. Ada hal yang tidak perlu dikampanyekan, malah menjadi bahan kampanye yang sifatnya viral. Salah satunya adalah kampanye nikah mudah yang keblinger itu. Kampanye yang ditanggapi beragam, ada pro dan kontra serta netral. Paling tidak, Ade Irwansyah di www.watyutink.com  menyorot soal  kampanye nikah muda seperti berikut:

Pekan lalu viral sebuah gambar di jagat Twitter. Gambar itu memperlihatkan seorang perempuan berhijab tampak tertawa sambil menutup mulut, seperti malu-malu. Di gambar terdapat tulisan dengan huruf warna pink dan hitam: "Hauss? Minum!; Lapar?? Makan!; Bokek?? Nikah! Biar ada yang nafkahin.". Ya, itulah pernyataan perempuan itu yang kemudian memicu pro dan kontra.

Seharusnya, hal itu tidak menjadi viral, bila tidak ditanggapi serius. Bisa saja si penulisnya iseng atau ingin menjadi popular dengan mengangkat  isu pernikahan dini atau muda itu, namun karena sudah terlanjur viral, selayaknya juga kita respon dengan cara-cara yang lebih rasional. Sebagaimana kita ketahui bahwa pernikahan itu adalah hal yang sakral dan tidak untuk dimain-mainkan, apalagi dijadikan bahan olok-olok atau dianggap sebagai solusi untuk menyelamatkan perempuan.

Apalagi yang namanya pernikahan usia muda atau bahkan di bawah umur (usia dini) dijadikan sebagai barang dagangan atau solusi untuk hidup lebih baik. Akan sangat membahayakan nasib perempuan. Bukan untung yang bakal didapat, tetapi malang yang datang. Dikatakan demikian, karena nikah muda itu, akan lebih banyak mudharatnya dari pada untung. Jadi, pelaku kampanye nikah muda itu sebenarnya adalah orang yang sedang galau dan kacau pikirannya. Ini adalah sebagai bentuk pelecehan terhadap perempuan.

Betapa bodoh dan dungunya kita di era yang semakin modern ini, bila mau mengaku bahwa menikah muda tersebut agar ada orang atau lelaki yang akan menafkahi perempuan. Ini bukan zamannya lagi, perempuan harus bergantung dan memnggantungkan hidup kepada suami. Buktinya, akhir-akhir ini di banyak daerah, angka kasus gugat cerai yang dilakukan oleh perempuan terhadap suami, karena suami tidak mampu menafkahi istri terus meningkat. NU Online 14 Maret 2018 menulis bahwa Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI mengatakan, angka perceraian di Indonesia masih sangat tinggi. dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2016 misalnya, perceraian terjadi pada sekitar 350.000 pasangan. “Sekitar 70 persen permintaan cerai dari pihak istri, sementara dari pihak suami 30 persen. Nah, dalam kondisi semacam ini, masihkah akan banyak perempuan yang akan mencari laki-laki di usia muda menjadi pemberi nafkah perempuan?

Saat ini perempuan semakin cerdas. Buktinya, mereka berani memilih cerai dari pada berharap nafkah dari suami yang tidak cukup itu. Mereka bahkan semakin sadar bahwa sesungguhnya tidak ada seorang laki-laki pun yang bisa menjamin hidup perempuan itu, kecuali dirinya sendiri. Oleh sebab itu, bila persoalannya ekonomi, maka jalan terbaik bagi perempuan adalah membangun kemandirian ekonomi perempuan secara optimal, bukan dengan kawin muda untuk mencari laki-laki sebagai penyangga atau pencari nafkah perempuan. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF