BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Akuntan dan Ekonom
Memungut Zakat Boleh Saja, Asal Sesuai Cara Islam

Sebenarnya adil-adil saja jika menarik zakat pada PNS muslim, karena muslim yang baik selalu fiddunyaa wal akhirot, asalkan sesuai tata cara zakat yang antara lain:

1. Wajib bagi yang telah mencapai nisab dan haul nya. Kalau dalam pajak nisab istilahnya mungkin PTKP yang menyentuh kisaran Rp4,5 juta, sedangkan haul adalah sudah menjadi milik ataupun rutinitas lebih dari 1 tahun.

2. Peruntukan zakat persis untuk 8 golongan pada Surat At Taubah ayat 60, yang setiap urutannya menunjukkan skala prioritasnya.

Sah-sah saja jika hasil zakat nanti untuk menambal APBN asalkan yang menyangkut 8 golongan tadi, bahkan ada golongan gharim yaitu seseorang yang kebanyakan utang untuk kebaikan dan megap-megap untuk melunasi, tetapi bukan prioritas.

Mungkin akan lebih sesuai fitrahnya jika dana zakat untuk ihwal pendidikan, kesehatan, ataupun santunan sosial. Nah, anggaran yang sebelumya untuk itu jika sudah tercover dipindah untuk infrastrukur ataupun melunasi hutang jatuh tempo. 

Seperti logika rencana anggaran dan realisasi korporasi yang jika belanja modal dapat terpenuhi dengan investor baru, maka akan ada kemungkinan aktivitas untuk menambah belanja modal baru dan/atau menutup pos pembiayaan lain yang defisit ataupun untuk cadangan pos pembiauaan lain yang berpotensi defisit.

Sebaiknya Kemenkeu membahas lebih detail mengenai penyesuaian pos pembiayaan APBN dan 8 golongan dengan lembaga zakat kredibel nasional seperti BAZNAS ataupun yg sejenis, itupun jika benar ingin merealisasikan. 

Untuk diketahui, tataran hukum Islam menurut sumbernya adalah Quran, Hadist, Ijma Ijtihat (kesepakatan), Qiyas (analogi mirip), dan Ulil Amri (Pemimpin). Jadi sebenarnya Keppres dalam konteks zakat sah-sah saja asalkan tidak menabrak tataran hukum diatasnya. Kuncinya adalah transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaannya.

Zakat adalah diskursus Islam, memungutnya harus dengan cara Islam, mengalokasikannya harus dengan cara Islam pula. Harus. Betapa rahmatan lil alamin-nya Islam sebenarnya, ya.(cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF