BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen STAIN Bengkalis
Membangun Etika Politik yang Agung

Demokrasi memberi pesan politik yang bebas bertanggung jawab. Bebas berarti memberi kemerdekaan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi politik. Bertanggung jawab berarti kebebasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral. Sehingga, aspirasi politik demokrasi mampu menciptakan masyarakat yang dinamis, proaktif dan menyenangkan. 

Pemilihan presiden (pilpres) adalah wujud demokrasi. Ada dua calon presiden dan calon wakil presiden ( capres dan cawapres) Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Keduanya menjadi penyambung lidah masyarakat untuk menyampaikan visi dan misinya, melalui debat capres dan cawapres nanti.

Debat adalah komunikasi capres-cawapres dengan masyarakat. Pesan akan menjadi efektif apabila materi yang disampaikan oleh para capres-cawapres bisa dimengerti dan dipahami dengan baik. Karenanya, bahasa pengantar atau bahasa ibu menjadi solusi tepat untuk debat tersebut. Jika ada suatu pertanyaan, bagaimana debat nya dengan Bahasa Inggris? Saya tidak mempersoalkan bahasa, apakah Inggris atau Arab, terserah KPU saja.

Namun, debat capres-cawapres secara subtansi bukan lomba pidato atau pamer jago. Debat adalah ruh kualitas masing masing capres-cawapres dalam menjabarkan pesan-pesan penting segala program- programnya.

Ironis sekali, jika acara ini hanya terlihat seremonial dan sebatas drama komedi tanpa pesan. Selain itu, menggunakan bahasa asing bagian dari kecintaan terhadap bahasa nasional. Ini adalah jati diri bangsa dan negara. Bahasa Indonesia yang telah menjadi melahirkan bangsa Indonesia, harus diruntuhkan oleh egoisme politik yang tidak berkualitas sama sekali. Bagaimana bisa terjadi, bicara satu bangsa, bahasa dan tanah air, tetapi pesta demokrasi malah merusak simbol NKRI? 

Semoga saja KPU memahami persoalan ini. Jangan sampai debat capres-cawapres jadi pertunjujan stand up comedy nasional. Ada debat bahasa Inggris dan Arab, serta lomba membaca Alquran para capres. Apakah kedua capres-cawapres siap? (cmk)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional