BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Reform Institute
Masyarakat Jangan Bertindak Emosial

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) prihatin dan berduka sedalam-dalamnya atas terjadinya pemboman di tiga tempat ibadah di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi ini. BPIP mengutuk setiap tindakan kekerasan yang dilakukan kaum teroris dan ikut belasungkawa kepada semua korban, mudah-mudahan mereka mendapatkan kelapangan di alam baka dan segenap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.

BPIP menyerukan kepada masyarakat luas agar tetap tenang dan tabah seraya berhati-hati dan tetap meningkatkan kewaspadaan. Begitu pula, mengimbau masyarakat  mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang, khususnya Polri.

Mudah-mudahan bangsa dan negara ini senantiasa diridhoi Tuhan YME dalam menciptakan kehidupan tentram damai bersama. BPIP meyakini dengan mengimplementasikan Pancasila secara utuh dan menjalankan agama secara benar  kita mampu melewati segala cobaan. Inilah saatnya seluruh Warga Negara bahu membahu bergotong-royong menolak setiap hasutan dan melaporkan setiap gerak-gerik mencurigakan yang bertujuan memecah belah dan meneror masyarakat kepada pemerintah.

BPIP memohon khalayak tidak bertindak emosional sehingga terjebak ikut memviralkan semua video dan foto pemboman gereja ini.  Hal ini guna mencegah terciptanya rasa takut masyarakat luas sebagaimana target yang diharapkan oleh  terorisme. Hapus segala video dan foto korban pemboman yang anda terima. Hormatilah jenazah sesuai keyakinan iman kita.

Kebiadaban terorisme menghancurkan nilai keagamaan dan nilai Pancasila. Siapa yang tak bisa hidup mulia di dunia, tak ada tempat baginya di sisi Tuhan.Teroris yang keji, hidup tak mulia, mati tak syahid. Orang-orang yang mati syahid mewariskan kebahagiaan dan kebaikan pada kehidupan. Orang yang mati pengecut tega membunuh dan bunuh diri, yang menimbulkan kesengsaraan dan keburukan bagi kehidupan. Bangsa Indonesia harus yakin akan mampu keluar dari segenap bencana yang ditebar kaum teroris. (mry)

CATATAN: Opini ini merupakan Siaran Pers Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif Ph.D, yang diterima redaksi watyutink.com tanggal 13 Mei 2018.

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)