BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Ekonomi Universitas Nasional
Masih tentang Annual Meeting IMF-WB

Diselenggarakannya Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali merupakan bentuk apresiasi dunia terhadap Indonesia. Apalagi setelah melihat kesuksesan Indonesia dalam menggelar event Asian Games beberapa waktu lalu, dan Asian Para Games yang saat ini tengah berlangsung. Maka, ada kepercayaan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event sebesar Annual Meeting IMF-World Bank 2018.

Acara Annual Meeting IMF-World Bank 2018 yang diselenggarakan di Bali kali ini memang dirasakan begitu penting bagi Indonesia. Karena, momennya sangat tepat. Mengingat ada permasalahan finansial dan moneter, dengan menguatnya dolar AS atas rupiah dan mata uang di negara-negara Asian, bahkan di seluruh dunia. Rupiah sendiri menjadi mata uang yang paling terpukul atas menguatnya dolar AS ini. Sehingga, ada banyak manfaat yang akan didapatkan bagi Indonesia atas diselenggarakannya acara Annual Meeting IMF-World Bank 2018 ini.

Memang, guncangan perekonomian global yang terjadi saat ini akibat kebijakan perdagangan Amerika Serikat, serta adanya perubahan kebijakan moneter di Amerika Serikat. Bank sentral Amerika meningkatkan suku bunganya secara bertahap, tahun lalu tiga kali dan tahun ini rencananya empat kali, dengan nilai peningkatan sekitar 2 persen sampai saat ini. Tentu saja hal ini cukup berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.

Dengan hadirnya pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali tersebut, ada keuntungan penting lain yang juga bisa dapatkan Indonesia. Yakni, pemerintah bisa mendengar langsung dari The Fed tentang arah kebijakan mereka. Dengan begitu, kita bisa menyiapkan kebijakan yang lebih tepat untuk meresponnya. Tidak meraba raba.

Pemerintah dianggap telah berhasil mengelola perekonomian Indonesia sehingga tak terimbas terlalu besar akibat guncangan perekonomian global yang terjadi saat ini. Keberhasilan ini tercermin dari pujian yang disampaikan oleh Direktur Pelaksana dan Ketua Dana Moneter Internasional-IMF, Christine Lagarde sebelum dilaksanakan acara Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali tersebut.  

Lagarde menyebut , perikonomian Indonesia saat ini kuat, fundamental perokonomiannya kuat, pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren postif, dengan laju inflasi yang rendah. Meskipun ada hal-hal yang harus segera diperbaiki, terutama terkait dengan defisit neraca pembayaran. Dalam artian, IMF maupun World Bank mengapresiasi kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, baik oleh otoritas moneter maupun oleh otoritas fiskal.

Jika kemudian yang menjadi polemik dalam acara Annual Meeting IMF-World Bank 2018 ini adalah masalah anggaran, menurut saya hal itu relatif. Mengingat manfaat yang didapatkan Indonesia juga besar dari pertemuan tahunan IMF-World Bank ini.

Acara Annual Meeting IMF-World Bank 2018 ini kan sudah dipersiapkan sudah sejak lama sebelum terjadinya bencana-bencana yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia, seperti peristiwa bencana di Lombok maupun di Palu, Sigi, dan Donggala. Dana penyelenggaraannya pun sudah dianggarkan jauh-jauh hari. Jika acara yang sudah dipersiapkan dengan matang ini kemudian diputus di tengah jalan kan juga tidak pantas.

Selain itu, kegiatan pemerintah dalam rangka penanganan bencana dan pemulihan pasca bencana di daerah-daerah yang terkena bencana juga juga tidak mengendur. Sama-sama dilaksanakan secara maksimal, efektif dan efisien. Bahkan ada bantuan luar negeri yang dibawa dan disampaikan oleh para peserta acara Annual Meeting IMF-World Bank 2018 kepada para korban bencana di Lombok dan di Sulawesi Tengah.

Apalagi besar kemungkinan aka nada multiplier effect atas diselenggarakannya acara ini buat industri pariwisata Bali, maupun secara nasional. Pertemuan ini dimungkinkan menimbulkan kenaikan pertumbuhan di Bali, serta pemulihan sektor pariwisata setelah letusan gunung Agung dan gempa Lombok yang juga efeknya dirasakan di Bali.

Jadi, kalau hal-hal tersebut ditanggapi dengan kepala dingin, saya kira apa yang kita dapatkan dari pertemuan ini seimbang dengan anggaran yang kita keluarkan. Cuma, karena memang saat ini kan tahun politik, jadi segala sesuatu yang terjadi pasti menjadi permasalahan yang seolah-olah besar dan luar biasa, karena disangkut-pautkan dengan politik. (afd)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Imam Ghozali

Dosen STAIN Bengkalis

FOLLOW US

Upaya Perampokan Aset Negara di BUMN Geo Dipa Energi (Bagian-1)             Upaya Perampokan Aset Negara di BUMN Geo Dipa Energi (Bagian-2)             Rupiah Terpuruk di Atas Struktur Ekonomi Tak Sehat (1)             Selesaikan PR Rantai Ekspor, Ekonomi Biaya Tinggi (2)             Kuncinya Pada Penyediaan Infrastruktur Dasar             Maksimalkan Desentralisasi, Tak Perlu Asimetris             Otsus, Antara Bencana Atau Solusi             Otonomi Daerah Jangan Setengah-Setengah             Bereskan Dulu Masalah Penggunaan Dana Desa, Baru Bicara Dana Kelurahan             Oknum ASN Harus Berhenti Memposisikan Diri Seolah Pemilik Instansi