BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Jurnalis Senior
Mari Kita Jaga Dana Desa, Dana Saya-Dama Kita Semua (Bagian 2)

Di bidang pertanian, kita adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, dengan air laut dan matahari tropis nan melimpah-ruah, tiga syarat utama pembuatan industri garam. Ironisnya kita justru mengimpor garam dari negara-negara sub tropis yang tiga persyaratan utamanya justru jauh di bawah kita. Siapa yang diuntungkan? Sudah pasti bukan rakyat tapi pedagang dan importir garam, yang jaringan mata rantainya selalu menyalahkan musim hujan yang tidak mendukung industri garam. Padahal di kampung petani garam di Sedayu, Jawa Timur, sejumlah penduduk sudah berhasil dengan sukses mengembangkan rumah piramid garam yang memungkinkan memproduksi garam sepanjang tahun tanpa terpengaruh musim hujan.

Dalam budaya ekonomi, kita harus bisa mengobarkan perang terhadap sikap hidup yang konsumtif dan boros, dengan membudayakan sikap hidup hemat, sederhana dan menabung. Kita harus menggalang etos dan budaya industri secara hakikat dalam makna yang luas yakni pola pikir, sikap hidup dan perilaku untuk mendayagunakan sumber daya alam, ketrampilan, peralatan dan ketekunan kerja dalam suatu mata rantai produksi yang luas, berkesinambungan serta mengutamakan nilai tambah, dan bukan dalam arti sempit sebagaimana kita kenal selama ini, yang dibatasi hanya semata-mata sebagai suatu proses pabrikasi.

Dalam memaknai geo-ekonomi di zamrud khatulistiwa yang secara potensial subur makmur ini misalkan, bagaimana kita ditantang untuk membangun etos “setiap jengkal tanah, setiap saat menghasilkan”. Sebagai contoh, Gerakan OVOP (One Village One Product) yang selama ini sudah digulirkan oleh Prof.Dr.Gunawan Sumodiningrat dan Universitas Gajah Mada, sungguh tepat dan bisa menjadi contoh model pembangunan yang mengabdi pada rakyat dan komunitas, yang produktif berkesinambungan, mendayagunakan keunggulan lokal, melestarikan eko sistem dan melakukan konservasi.

Etos dan budaya industri serta semangat OVOP itu harus dikembangkan dalam sistem kebersamaan dan kekeluargaan yang kita kenal sebagai gotongroyong,  sehingga mampu menggetarkan setiap pori-pori kehidupan anak bangsa. Gerakan OVOP dengan sentuhan akhir kepariwisataan, sekaligus juga akan dapat menarik banyak wisatawan dan menjadi gerakan dari desa membangun Indonesia. Yogya dan sekitarnya misalkan, memiliki banyak produk dan keunggulan lokal yang bisa menjadi unggulan serta percontohan Gerakan OVOP, antara lain salak pondoh, geplak, tiwul, kerajinan kulit, keramik dan aneka seni Jawa. Demikian pula potensi di berbagai wilayah di Indonesia.

Budaya industri dalam arti luas yang menjiwai Gerakan OVOP, mendorong masyarakat di tingkat bawah untuk hidup produktif dengan mendayagunakan segenap potensi yang dimiliki secara berkesinambungan. Budaya ekonomi dan industri dalam kerangka strategi besar nasional yang bertumpu pada keunggulan tiga potensi utama peta bumi Indonesia, harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari program dana desa. Jika tidak, maka jangan berharap kemiskinan di pedesaan akan berkurang, bahkan terus bertambah bersama meningkatnya para aparat desa yang terlilit kasus penyalahgunaan dana desa.

Kita semua harus ikut menjaga Dana Desa, yang antara lain bersumber dari Pajak Penjualan yang dipungut 10 persen, misalkan dari gula, kopi, air mineral yang kita minum sebagai wedang kopi, serta  listrik atau gas yang memanaskan airnya. Jadi ratusan triliuun rupiah Dana Desa yang ditaburkan ke pedesaan itu, bukan hanya dananya Menteri Keuangan, melainkan dana dari saya, dari anda dan kita semua. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir