BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia
Lembaga Survei Jangan Memihak pada Kandidat

Keberadaan lembaga survei sangat dibutuhkan untuk mengetahui tren elektabilitas kandidat dari waktu ke waktu. Namun yang dibutuhkan adalah lembaga survei yang kredibel. Yang bekerja atas dasar profesionalisme. Bukan lembaga survei abal-abal dan pesanan. Karena kategori lembaga survei abal-abal dan pesanan banyak muncul sebulan menjelang pemilihan. Demokrasi membutuhkan lembaga survei yang kredibel. Sekali lagi, yang kredibel.

Diakui atau tidak. Lembaga survei banyak yang menjadi konsultan capres dan cawapres. Oleh karena itu, tidak aneh dan tidak heran, jika hasilnya untuk penggiringan opini kepada kandidat tertentu.  Walaupun surveinya dilakukan dengan metode yang benar dan objektif, tetap saja keberpihakan pasti ada.

Kebanyakan lembaga survei memang untuk melihat elektabilitas kandidat. Juga untuk kompas dan pemetaan politik. Karena persoalan-persoalan di masyarakat juga dapat diketahui melalui survei. Dan kinerja pemerintah, baik, sedang, atau buruk juga bisa diketahui dengan survei.

Sejatinya lembaga survei jangan hanya memihak pada para kandidat. Tetapi juga harus berbuat untuk rakyat. Aspirasi masyarakat dapat juga diketahui melalu survei. Dan lembaga survei yang tahu dan memahami aspirasi masyarakat, harusnya disampaikan kepada para kandidat. Agar dapat dirumuskan dan diimplementasikan.

Ya, memang survei elektabilitas kandidat itu yang jadi jualan. Menaikkan elektabilitas kontestan. Kadang-kadang ada oknum lembaga survei yang mengatrol elektabiltas kontestan demi untuk mempengaruhi opini publik.

Cara yang elegan, ya, membuktikan bahwa surveinya dilakukan dengan benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan dengan taruhan.  Argumentasi yang dikemukakan cenderung memihak, jadi masyarakat malas untuk mempercayainya.

Jika hasi survei meleset jauh dengan real count, lembaga survei memang tidak bisa disanksi. Sanksinya hanya sanksi moral. Namun sanksi moral kadang tidak efektif. Karena jika user atau pengguna survei tersebut mau dan memesan, maka lembaga survei akan tetap terus jalan.

Selama surveinya dilakukan dengan benar. Dengan metode yang benar. Dengan responden yang benar. Dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan sosial, maka lembaga survei tersebut masuk kategori yang kredibel. Bukan abal-abal yang mudah mengumbar hasil survei secara dadakan dan asal-asalan. Yang dilakukan karena pesanan. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Insentif Pajak, Daya Tarik Sistem Pajak yang Paling Rasional             Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat             Tak Cukup Imbauan