BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua Program Doktoral Ilmu Politik Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional
Langkah Diplomatis Harus Disertai Tindakan Tegas

Menurut saya isu Palestina tidak akan mencapai hasil seperti yang diharapkan. Langkah diplomasi saja tidak cukup, karena secara de facto pendudukan Israel atas wilayah Palestina hingga hari ini tidak bisa dihentikan. Selain itu Amerika Serikat (AS) yang diharapkan bisa menjadi mediator antara kedua negara, justru menjadi penghambat perdamaian Israel-Palestina.

Untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina, negara-negara OKI harus bersikap lebih keras. Tidak hanya sekadar menghimbau, tetapi bisa melakukan lebih dari itu. Seperti melakukan boikot, menarik dubes dari AS, melakukan embargo ekonomi. Namun saya pesimistis negara-negara anggota OKI akan melakukan hal-hal tersebut atau mengambil langkah tegas. Tidak ada yang bisa diharapkan dari 21 butir deklarasi OKI di Turki.

Saya tidak yakin OKI mampu merubah pendirian Trump untuk memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem. Alasan ini pula yang membuat saya tidak yakin jalan diplomasi OKI mampu memerdekakan Palestina. Selain itu sebagian anggota OKI juga masih tergantung kepada AS dan sekutu-sekutunya, terutama Arab Saudi dan sekutu-sekutunya.

Namun menurut saya meningkatnya suhu politik di Palestina sangat menguntungkan Iran. Iran akan menjadi kiblat sebagian negara di Timur Tengah dalam melakukan perlawanan terhadap Zionis Israel, AS, dan sekutu-sekutunya. Iran akan memanfaatkan krisis politik Timur Tengah dan isu Palestina sebagai legitimasi menguatkan politik ovensif untuk menekan Arab Saudi. Ini bisa mendorong terjadinya krisis di Arab Saudi.

Proses tersebut bisa lebih cepat jika Saudi tidak mampu menundukkan Yaman. Mungkin ini salah satu jalan menekan dan mengubah peta politik di Timur Tengah. Ini karena Arab Saudi adalah sekutu AS yang sangat loyal. Hal tersebut lebih banyak merugikan kepentingan Palestina. Kini Iran bisa mengubah konstelasi politik situasi dan dinamika di Timur Tengah. Dengan asumsi, jika Iran tetap konsisiten bahwa perjuangan pembebasan Palestina tidak hanya soal politik semata, tetapi juga menyangkut soal teologis.

Ada yang menarik perkembangan terkini, dimana Turki, Qatar, Irak, Suriah akan menjadi poros baru di Timur Tengah di luar blok Arab Saudi. Meskipun demikian, tetap saja sebagian negara-negara OKI akan lebih mengutamakan kepentingan nasionalnya. Dukungan kepada pembebasan Palestina hanya sebatas dukungan diplomatik. Sebab, untuk mendorong Palestina merdeka harus ada tekanan militer dari negara anggota OKI. Sehingga langkah diplomatik akan jadi efektif. Jika tidak, langkah diplomasi akan mandul. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila