BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Sekretaris Dewan Pakar PA GMNI
Korupsi Hasil Sistem dan Mindset Orde Baru

Kenapa bangsa Indonesia yang negara-nya kaya raya bisa terus terpuruk? Dengan pendekatan secara holistik dan komprehensif penyebab keterpurukan ada dua hal yg mendasar, yaitu: pertama, sistem negara dan pemerintahan yang semerawut. Kedua, mindset bangsa yang buruk warisan Orde Baru berupa KKN, feodalisme primordialisme terutama dikalangan elite bangsa.

Dari et causa tersebut berakibat; pertama, hampir semua institusi  kenegaraan mal-function. Kedua, gap sosial ekonomi yang sangat lebar. Ketiga, kaum teralienasikan makin lama semakin membesar yang dimungkinkan terjadi perubahan kualitatif yang dahsyat.

Bila kita soroti KKN yang merupakan kejahatan extraordinary (luar biasa) karena mengganggu sendi-sendi kehidupan bernegara, dan dulu bisa diancam dengan undang-undang subversif. Pada masa Orba pemerintahan yang otoriter/diktator dengan izin penguasa  terjadi korupsi besar-besaran yang tidak pernah diungkap yaitu KLBI  terus BLBI yang dilakukan puluhan orang, di mana negara dirugikan ribuan triliun. 

Dengan dibawa larinya ribuan triliun oleh 'Konglomerat Cina Jahat' (istilah Kwik Kian Gie), maka terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan tumbangnya penguasa rezim Orba Soeharto. Di era Reformasi dalam situasi pemerintahan yang tidak punya anggaran dicoba untuk menarik dana-dana yang dirampok dengan dibentuk lembaga BPPN yang ditindaklanjuti dengan R and D.

Nampaknya pola untuk menarik dana dari para koruptor kakap akan dilakukan kembali dengan metode pemutihan, mereka diharapkan mengembalikan dana-dana hasil rampokan dan diampuni (dihilangkan pidananya) karena negara perlu anggaran untuk pembangunan. 

Hal ini bisa dimengerti sebab dengan metode pemberantasan korupsi seperti sekarang hanya akan mengembangkan Korupsi Baru. Uang negara yang dirampok hanya sedikit yang bisa masuk/ diselamatkan. Dan para koruptor tetap bangga bertambah banyak bermewah-mewah serta hanya pindah tidur di 'hotel berbintang' Sukamiskin.

Lain halnya bila sudah ada perbaikan dan perubahan mental dari  lembaga-lembaga kenegaraan yang hampir semuanya mal-function tadi, maka koruptor-koruptor kakap yang melakukan kejahatan luar biasa ini telah mengganggu sendi-sendi kehidupan bernegara dan menghisap darah jutaan rakyat Indonesia, seharusnya bisa dihukum mati atau dihukum seumur hidup denga kerja sosial dan dimiskinkan. Hukuman seperti ini baru punya dampak kapok, sehingga ada perubahan mental dan kesadaran berbangsa kembali. Dengan demikian, baru bangsa ini akan bangkit maju menjadi bangsa yang besar Semoga. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Temuan TPF Novel Tidak Fokus             Bentuk TGPF Independen untuk Kasus Novel Baswedan             Pilah Skema Untuk Proyek Strategis             Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet             Diskresi Kepolisian Bermasalah?             Penanganan Tak Sesuai Perkap             Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan             Kita Tidak Dapat Menduga Kondisi Mental Polisi saat Menembak             MPLS Harus Diselenggarakan Sesuai Pedoman             Pendidikan Swasta Semi Militer Harus Ditertibkan