BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Mantan Ketua DPR RI
Kontestasi yang Substansial

UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan ini disahkan pada 9 Juli 2009. Dalam UU tersebut, tidak ada satu pun kalimat   yang mewajibkan menggunakan bahasa Inggris. Sedangkan untuk konfrensi internasional di Luar Negeri dapat menggunakan Bahasa Indonesia dengan memakai interpreter dan trasnlator.

Jadi menurut saya, marilah kita berkontestasi dalam pilpres nanti dengan tidak melihat kelemahan lawan kita, padahal masalah tersebut bukan hal yang wajib. Kontestasi untuk capres-cawapres bagi incumben adalah pertanggungjawaban atas janji-janjinya dan apa yang akan dilakukan untuk menyelesaikan hutang-hutangnya.

Begitu juga bagi pendatang baru, bagaimana mampu membedah kekurangan incumben dan apa.yang akan dilakukan ke depan, lalu tentu ada agenda-agenda khusus yang akan menarik suara pemilih. Bahasa hanyalah salah satu dari instrumen komunikasi, bisa digunakan peneterjemah yang tersumpah. (cmk)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir