BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wartawan gaya hidup, peminat masalah Timur Tengah dan keislaman, lulus 1999 dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, buku terbarunya "Mengarungi Samudera al-Fatihah" (2019)
Kita Hanya Sekecil Debu

Baru-baru ini sejumlah ilmuwan berhasil memotret black hole atau lubang hitam. Lubang hitam ini dipercaya menyedot semua benda yang berada di dekatnya.

Begitu kuatnya, hingga cahaya yang ada di dekatnya pun berbelok, seperti air yang berada dekat pusaran. Bintang-bintang mati yang ukurannya bisa jauh lebih besar dari matahari juga akan tersedot. 

Yang menakjubkan adalah, jarak dan besaran lubang hitam itu. Diperkirakan jaraknya dari bumi tempat kita tinggal adalah 55 juta tahun cahaya. Itu artinya sama dengan 520,340,175,991,944,064,736 kilometer. Atau 500 ribu triliun kilometer. Sedangkan volumenya adalah 6,5 miliar kali matahari yang kita lihat setiap hari. 

Dari data-data itu kita bisa membayangkan betapa besarnya alam semesta ini. Dengan kecepatan cahaya 300 ribu kilometer per detik pun kita butuh waktu 55 juta tahun untuk bisa ke salah satu bagian dari alam semesta.  Padahal, keliling bumi hanya 40 ribu kilometer.

Tak ada manusia yang bisa membayangkan betapa jauhnya itu. 

Hal ini menyadarkan kita betapa kecilnya manusia. Bahkan bumi yang kita tempati hanyalah butiran debu di alam semesta ini. Dengan menyadari ini, seharusnya tidak ada tempat untuk kesombongan dalam diri kita. Setiap kali bergerak dalam shalat dan mengucap takbir, kita sesungguhnya merasa menjadi seperti debu yang melayang-layang. Kecil… sangat kecil. 

Allahu Akbar… Hanya Allah yang begitu agung.

Catatan: Tulisan ini sebelumnya ditulis penalar di laman almuslim.co dengan judul "Lubang hitam dan kita yang sekecil debu". Dimuat kembali dengan ijin penalar. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Deddy Herlambang

Pengamat Transportasi

Djoko Setijowarno

Pengamat transportasi

FOLLOW US

Karena Tak Melibatkan Ahli Kesehatan             Perlu Rekayasa Kebijakan Naikkan Daya Beli             Civil Society Perlu Awasi Hitung Suara             Holding BUMN Penerbangan             Saatnya Rekonsiliasi             Klaim Prabowo-Sandi Perlu Dibuktikan             Perlu Sikap Kesatria Merespons Kekalahan Pilpres             KPU Jangan Perkeruh Suasana             Gunakan Mekanisme Demokratik             Pemerintah Harus Bebas dari Intervensi Pengusaha