BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Ketegasan SBY, Redakan Tensi Faksionalisasi

Faksionalisasi dalam internal partai itu adalah hal yang lumrah. Hal itu menunjukkan kalau dinamika politik dalam organisasi itu berjalan. Hanya saja karena banyak parpol di Indonesia itu mayoritas one man figure, itu yang menyebabkan faksionalisasi itu berkembang jadi segregasi. Ini yang rawan memicu perpecahan partai.

Dalam hal ini posisi ketua umum atau dalam hal ini SBY perlu ambil sikap politik yang tegas dalam 5 tahun ke depan. Hal itu akan meredakan tensi faksionalisasi ini.

Menurut saya, Partai Demokrat  tunggu Kongres 2020 saja itu lebih baik. KLB itu terjadi kalau terjadi penyelewangan dalam tubuh partai misalnya mega korupsi atau isu moral lainnya.

Terkait faksionalisasi yang terjadi dalam Partai Demokrat, menurut saya sebenarnya bukan karena AHY. Faksionalisasi ini lebih karena ketidakjelasan Partai Demokrat itu mau jadi koalisi atau oposisi. Di sinilah sebenarnya ketua berperan besar dalam menentukan sikap. Sementara rapat  itu hanya sekedar formalitas saja.

Terkait dengan oligarki dalam tubuh kepengurusan PD, menurut saya memang PD sangat tergantung pada SBY. Dan untuk saat ini AHY memang masih perlu belajar dulu sebagai kader sebelum jadi ketum. (mkn)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung             Idealnya Penjara Tidak Untuk Lansia             Selesaikan PR di Periode Kedua             Jemput Bola Tarik Investasi             Fokus Pada Daya Saing, Reindustrialisasi, Pemerataan             Memperkokoh kemampuan mewujudkan cita-cita Presiden Joko Widodo              Simbol Kemajuan Bangsa dan Rekonsiliasi dalam Pertemuan Jokowi dan Prabowo             Apapun Tafsirnya, Kita Bangga Jokowi - Prabowo Bertemu             Bukan Hidup Abadi Badaniah Semata             Hidup Abadi Masih Spekulatif