BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF
Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh

Masalah pangan, memang terdapat pangan kita yang sudah swasembada tapi ada juga yang belum. Daging ayam sebetulnya sudah bisa berswasembada, hanya masalahnya hari ini terdapat konsekuensi dari keputusan sidang WTO yang  memenangkan Brazil terkait ekspor ayam mereka ke Indonesia.

Ihwal kedaulatan pangan hari ini, kita memang belum sepenuhnya berdaulat. Hal itu lebih karena ketahanan pangan nasional yang rendah dan belum mampu sepenuhnya menyediakan alternatif pangan lokal dari upaya diversifikasi pangan untuk pangan selain padi.

Upaya-upaya diversifikasi pangan lain seperti kedelai, sukun, sorgum dan lainnya memang lemah yang menyebabkan ketahanan pangan kita juga rapuh. Kedua, Indonesia sampai saat ini masih belum berdaulat di bidang pangan karena untuk beberapa komoditas pangan masih didikte oleh pihak asing misalnya dalam penyediaan bibit/benih jagung dan padi oleh Monsanto dan sebagainya.

Jika Indonesia punya kedaulatan pangan maka persoalan benih yang menimpa petani di Aceh tidak akan terjadi.

Di sisi lain, kita masih belum bisa mandiri dalam menentukan kebutuhan impor pangan apa yang dibutuhkan, begitu pula spesifikasi minimum requirement, termasuk kandungan kimiawi dan lain-lain.

Terkait impor gandum yang besar sekali, masalahnya terletak pada belum cukup tersedianya upaya produk pengganti gandum untuk tepung terigu yang diproduksi dari bahan baku lokal. Budidaya besar-besaran untuk mocaf, sukun dan sorgum sebagai pengganti gandum tinggal bagaimana pemerintah mendorong dan mengupayakan budidaya bahan baku lokal tersebut.

Sepertinya belum memungkinkan kita untuk serta merta meminta konglomerasi tertentu agar ketergantungan impor gandum berkurang, tapi bisa diberikan alternatif kepada produsen tersebut untuk mengganti bahan baku gandum dengan bahan baku lokal, dengan catatan cita rasanya tidak berkurang untuk produk tepung terigu. Jika berhasil diciptakan, maka produsen tersebut diberikan insentif, misalnya dengan keringanan pajak dan sebagainya sebagai ganti dari pengurangan impor gandum. Di situlah polical will pemerintah diperlukan.

Sebetulnya banyak sekali bahan baku pangan lokal yang bisa diberdayakan seperti singkong, sukun, sorgum, mocaf, jagung, sagu dan bahan pangan lain asli daerah tertentu. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998