BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
 Pengamat Kebijakan Publik/ Anggaran
Kerjasama Dua Provinsi untuk Pelibatan UMKM

Ajang kompetensi ini pemerintah seharusnya sudah memikirkan bagaimana memberikan ruang/fasilitas/bekerjasama dengan UMKM di berbagai aspek. Visi misi dibalik ajang ini bukan hanya memperkenalkan 2 daerah yang menjadi tuan rumah, tetapi memperkenalkan semua daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Antusiasme seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya sekedar mendukung tetapi keterlibatan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam memperkenalkan resource yang dimiliki setiap daerahnya. Anggaran yang digelontorkan memang murni untuk sarana-prasarana dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, dan membutuhkan inovasi diluar itu untuk memberdayakan ekonomi kreatif pada saat Asian Games berlangsung.

Pemerintah sepertinya juga mengandeng K/L dan BUMN, tapi masih sebatas pada kegiatan teknis dalam penyelenggaraan Asian Games. K/L yang terkait ekonomi kreatif bisa di sektor pariwisata, UMKM, perdagangan dan lain-lain seharusnya dapat memiliki inovasi lebih untuk memanfaatkan event ini, bagaimana memperkenalkan dan memberikan ruang kepada “Ekonomi Mikro” untuk terlibat.

Menggandeng/melibatkan BUMN pun jangan di aspek pembelian tiket, tapi bagaimana BUMN di sektor terkait bisa ikut memberikan kontribusi pada ekonomi mikro agar dapat ikut berpartisipasi. Sehingga tidak hanya 2 propinsi saja yang akan mendapat effect dari event ini dalam peningkatan PDRB dan pendapatan ekonomi rakyat.

Kerjasama antara wilayah yang dikoordinasi oleh pusat sangat penting dalam hal ini untuk pelibatan ekonomi mikro, mungkin 2 daerah (Jakarta dan Sumsel) sudah memiliki strategi sendiri dalam mendulang kontribusi bagi APBD-nya atau dalam melibatkan UMKM di event ini. Asumsi saya untuk 2 daerah ini akan terjadi peningkatan transaksi yang cukup besar baik di sektor jasa, sektor transportasi, UMKM/ekonomi kreatif, hanya diperlukan komitmen dari 2 Pemprov ini untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya dan terkoordinasi dengan baik bagi sektor-sektor tersebut. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Temuan TPF Novel Tidak Fokus             Bentuk TGPF Independen untuk Kasus Novel Baswedan             Pilah Skema Untuk Proyek Strategis             Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet             Diskresi Kepolisian Bermasalah?             Penanganan Tak Sesuai Perkap             Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan             Kita Tidak Dapat Menduga Kondisi Mental Polisi saat Menembak             MPLS Harus Diselenggarakan Sesuai Pedoman             Pendidikan Swasta Semi Militer Harus Ditertibkan