BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM
Kepala Daerah Harus Punya Tujuan dan Strategi Jelas

Kepala daerah di seluruh Indonesia, apakah itu Gubernur, Bupati, atau Wali Kota hendaknya mengingat hal ini: The measure of a man is not how long he lived, but what he has done.

Hasto Wardoyo, Nurdin Abdullah, dan Suyoto serta beberapa nama lain dapat disebut sebagai kepala daerah yang berprestasi karena perbuatannya untuk masyarakat. Mereka datang dari latar belakang beragam. Hal ini menunjukkan siapapun dapat berprestasi sebagai kepala daerah asalkan berbuat kebaikan untuk masyarakat.  

Aspek lain dari ungkapan di atas, adalah waktu menjabat sebagai kepala daerah yang singkat dan terbatas. Lima tahun dalam satu periode dan bisa menjadi sepuluh tahun jika terpilih kembali. Pertanyaannya: “Waktu lima atau sepuluh tahun itu akan digunakan untuk apa?” Bila tidak memiliki tujuan dan strategi yang jelas dengan ditopang program aksi terukur maka pastilah waktu lima atau sepuluh tahun tersebut berlalu tanpa bekas.

Bukan zamannya lagi kepala daerah berorientasi untuk dikenang sebagai yang paling lama memerintah atau setidaknya ada gambar diri di deretan foto para mantan kepala daerah di dinding gedung pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota. Pelajarannya adalah gunakan waktu singkat masa jabatan sebagai kepala daerah untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat dengan tujuan, strategi jelas serta program aksi terukur.

Sebagai kepala daerah, posisi yang harus dikedepankan adalah posisi sebagai administrator dan distributor dalam arti luas. Kepala daerah mengadministrasikan semua kegiatan sosial budaya ekonomi politik masyarakat dalam bentuk peraturan dan perundangan yang berdasarkan falsafah negara dan konstitusi negara, bukan didasarkan hal-hal yang lain.

Kepala daerah mendistribusikan input/income dan output/outcome semua kegiatan sosial budaya ekonomi politik ke segenap lapisan masyarakat sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku tersebut di atas. Bertindak sesuai peraturan dan menyelaraskan perkembangan masyarakat dengan peraturan yang ada serta memberi contoh pribadi sebagai pemimpin yang satu kata satu perbuatan maka akan menimbulkan kepercayaan berbagai pihak termasuk kelompok usaha besar untuk mendukung pencapaian tujuan dan program daerah tersebut.

Daya inovasi yang harus dikembangkan oleh kepala daerah adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, dalam hal ini kemampuan bertanya anggota masyarakat terhadap situasi kondisi serta masalah yang dihadapi masyarakat itu sendiri, dengan pertanyaan wajibnya adalah bagaimana situasi kondisi saat ini dapat menjadi lebih baik?

Untuk mendapatkan jawab atas pertanyaan tersebut maka kepala daerah perlu mendorong akses informasi kreatif diserap oleh segenap anggota masyarakatnya, terlebih di era kemajuan teknologi informasi ini, hal itu akan lebih mudah sehingga memicu otak kreatif masyarakat menghasilkan berbagai ide untuk mengatasi berbagai masalah di masyarakat baik di bidang sosial budaya ekonomi dan politik. Peran serta masyarakat tersebut akan mempercepat perwujudan masyarakat madani. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir