BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri
Kemendag Selalu Berupaya Stabilkan Harga Pangan

Tidak setiap hari raya atau Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok. Mungkin saat hari raya Natal ini, ada sedikit kenaikan. Ini karena ada beberapa penyebab tidak lancarnya arus distribusi dan transportasi supply. Salah satunya disebabkan karena cuaca ekstrim dan kondisi alam. Bukan karena kekosongan stok dan ketersediaan.  Saat hari raya Idul Fitri 2017 lalu, harga kebutuhan pokok, baik menjelang maupun pada saat Lebaran, kondisinya stabil kok. Tidak ada lonjakan harga.

Sebenarnya, secara keseluruhan harga-harga kebutuhan pokok saat hari raya Natal ini masih stabil kok. Memang ada beberapa komoditas yang harganya naik, seperti beras, daging ayam, dan telur ayam. Tapi ini bukan disebabkan karena ingin memanfaatkan momen HBKN, melainkan karena kondisi dan cuaca ekstrim yang saat ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia, yang tidak dapat kita tolak.

Sementara, untuk daging ayam dan telur ayam yang naik, pasokan terganggu karena adanya virus H9N2 & IB Variant. Dan ini tentu mempengaruhi produksi telur dan daging ayam. Hal ini sudah saya sampaikan kepada para peternak, memang kondisinya seperti itu.

Memang, setiap hari raya dan HBKN permintaan (demand) selalu naik dan melonjak tinggi. Namun, sejak jauh-jauh hari, Kemendag sudah berupaya mengantisipasinya dengan meningkatkan stok, mengatur distribusi maupun mengkondisikan pasar, agar barang-barang kebutuhan bisa tersedia sampai di tempat, dan bisa didapatkan oleh masyarakat (konsumen) dengan mudah dan murah. Sehingga pada saat hari raya dan HKBN harganya tetap stabil.

Dan satu lagi yang ingin kami tegaskan di sini, bahwa tidak ada seperti yang disebutkan dalam sinopsis Watyutink.com, yang menyebutkan bahwa naiknya harga komoditas bahan pokok karena ada yang ‘bermain’ dan mengatur agar barangnya langka hingga harganya naik, atau adanya ‘mafia’ komoditas bahan pokok. Tidak ada itu. Karena ketersediaan barang-barang terutama bahan pokok di pasar itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Bukan hanya kesetabilan di tingkat produksi, baik dari petani maupun peternak, juga faktor cuaca dan kondisi alam, faktor wabah penyakit untuk hewan ternak, dan kelancaran jalur distribusi, hingga barang tersebut sampai di tempat (pasar).

Melalui Kementerian Perdagangan, negara hadir untuk mengatur ketersediaan bahan-bahan pokok kepada masyarakat dengan kestabilan harga. Terutama saat-saat hari raya dan HKBN, seperti hari raya Natal saat ini, agar bisa dirayakan dengan bahagia, tanpa harus dibebani dengan harga-harga kebutuhan pokok yang tinggi. (afd)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)