BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ketua Forum Jurnalis Jakarta
Kemenangan Membuat PDI-P dan Golkar Berfikir Pragmatis

Jawa Barat (Jabar) memang anomali politik. Tapi Jawa Barat merupakan kunci pemenangan pemilu 2019 bagi partai politik pro Jokowi. Bagi lawan politik Jokowi, Jabar juga merupakan fondasi besar mereka. Mereka akan habis-habisan mempertahankan Jabar.

Bagi PDI-P dan Golkar, pemenangan di Jabar harus membuat mereka berpikir pragmatis. Ini bukan lagit trial, membangun mesin politik tapi sudah pada tahapan memastikan partai yang menjadi rival mereka tidak boleh memenangi daerah tersebut. Memastikan kemenangan Jabar akan membuat partai pro penguasa memastikan kemenangan di Pilpres 2019. Karena saya meyakini Jawa Timur (Jatim), Gus Ipul dan Anas pasti menang. Begitu pula Jawa Tengah (Jateng) pasti dikuasai banteng. Ada sejarahnya, jadi semua jurus pasti dimainkan.

PDI-P juga sadar betul bahwa mereka pasti akan jadi sasaran tembak yang dilakukan oleh partai anti Jokowi. Isu anti islam, komunis, pasti akan dimainkan kembali. Karena itu kehatian-hatian sangatlah penting. Ada formulasi yang saya sudah baca. Ini akan membuat PDI-P boleh saja dipastikan kalah, akan tetapi Jabar harus bisa direbut kelompok nasionalis. Entah formula seperti apa yang akan digunakan.

Anomali politik di jabar juga terpengaruh Pilkada DKI Jakarta yang telah lewat. Jadi PDI-P dan Golkar berhati-hati betul dalam menentukan pilihan. Kecerdasan langkah politik PDI-P dalam menentukan tahap tahapan menuju 2019 lebih penting daripada harus memenangkan Pilkada Jabar degan modal kader sendiri.

Kita lihat tangal 11 November nanti, siapa kader yangg diumumkan PDI-P. Semua masih terbuka, bisa saja PDI-P gandengan dengan PKS. Ini akan jadi sesuatu yang baru dan baik buat dinamika politik Indonesia ke depan. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Dadang Trisasongko

Direktur Eksekutif Tranparency Internasional (TI) Indonesia

FOLLOW US

Rekonsiliasi Politik di Level Elit Diharapkan Terjadi di Level Sosial.              Tak Ada yang Salah dengan Pertemuan Jokowi Prabowo             Perhatikan Lag antara Demand Side dan Regulasi dari Sisi Supply Side             Tantangan yang Harus Dihadapi Masih Besar             Kemiskinan Makin Sedikit, Sulit Dikurangi             Bansos Tak Efektif Kurangi Kemiskinan             UNHCR Harus Keluar             Pembangunan Negara Hukum Harus Jadi Agenda Prioritas             ‘Visi Indonesia’ Tidak Prioritaskan Pembangunan Hukum dan HAM             Perlu Pertimbangan Agar yang Dikurung Memang Pantas Dikurung