BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Anggota Dewan Pakar PA-GMNI, Ketua Bidang Organisasi ISEI, Staff Khusus Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Kemandirian Wilayah dengan Hidupkan Potensi Lokal

Kerja nyata yang dilakukan Bupati Kulon Progo merupakan bentuk operasional dari Trisakti: Berdaulat dalam Politik, Berdikari dalam Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan. Kedaulatan politik diwujudkan dalam "political will" sebagai kebijakan "people center development", pembangunan yang berpusat pada rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Kedaulatan politik dilakukan bersama-sama dengan kemandirian ekonomi dengan menghidupkan potensi lokal yaitu batik, air minum, beras, dan produk-produk lainnya melalui pengembangan koperasi sebagai wujud pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945. Program "Bela dan Beli Kulonprogo" adalah bentuk konkrit implementasi Trisakti secara utuh. Kepribadian dalam kebudayaan dibangun dengan keteladanan serta membangun dan memperkuat komitmen, integritas dan kesadaran masyarakat Kulonprogo. Tanpa komitmen, disiplin, integritas, dan kesadaran akan kearifan lokal, maka gerakan "Bela dan Beli Kulonprogo" tidak akan berhasil.

Ini wujud gotong royong rakyat secara politik, ekonomi, dan budaya yang secara langsung merespons persoalan yang dihadapi rakyat, yaitu kemiskinan, kesenjangan, dan bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat. Nampak pemerintah Kulonprogo tajam dalam merumuskan prioritas pembangunannya. Peta ekonomi lokal teridentifikasi dengan baik dan prioritas yang sudah ditetapkan dijalankan secara konsisten dan didukung oleh political will yang kuat.

Yang perlu diantisipasi ke depan adalah apabila berbagai infrastruktur nasional seperti bandara dan sebagainya selesai dibangun. Akan terjadi proses urbanisasi di Kulonprogo. Persiapan SDM harus sudah dilakukan mulai sekarang untuk mengangkat kesejahteraan rakyat. Kalau tidak, rakyat Kulonprogo hanya akan menjadi penonton. Ekonomi tumbuh lebih cepat, namun kesenjangan akan semakin melebar. Bupati yang terpilih pada Februari 2017 masih mempunyai waktu lima tahun sampai 2022 untuk menata ekonomi Kulonprogo yang berbasis kerakyatan.

Kita akan tunggu apa gebrakan yang akan dilakukan Bupati Hasto untuk lima tahun ke depan. Apakah rencana lima tahunannya akan terealisasi secara efektif? Perubahan yang cepat dalam teknologi dan perkembangan sektor jasa yang secara umum belum tersentuh menjadi tantangan sekaligus kesempatan yang dapat diambil. Tentunya dengan mempersiapkan SDM secara baik. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional