BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)
Kebijakan Pajak Jangan Kontra Produktif

Target peneriman pajak pada 2018 kemungkinan akan sama atau tidak jauh berbeda dengan realisasi penerimaan pajak tahun lalu, dengan shortfall Rp132,4 triliun di 2017. Meski saya tidak bisa memastikan kira-kira berapa angka shortfall untuk tahun ini, tetapi melihat kecenderungan yang ada, kemungkinan masih akan ada shortfall yang cukup besar.

Penerimaan pajak saat ini sebetulnya lebih didominasi oleh meningkatnya harga komoditas di luar negeri dan itu membuat penerimaan pajak ekspor dan impor kita agak lumayan. Harga batubara saja sekarang sudah mencapai 100 dolar AS per metrikton.   

Untuk menilai apakah kondisi pencapaian tax ratio kita masih akan tetap di bawah 12,5 persen sesuai dengan definisi IMF tentang tax ratio yang sehat bagi suatu negara untuk pembangunan berkelanjutan, menurut saya tax ratio Indonesia masih akan berkisar pada 10-11 persen. Jadi masih di bawah 12 persen. Itu realitas yang harus kita terima. Hal Itu lebih dikarenakan karena kondisi ekonomi kita masih terkendala hambatan strutural perekonomian dalam negeri dan kondisi perkonomian global atau luar negeri yang sekarang serba tidak pasti. Sumber-sumber penerimaan pajak yang semestinya potensial untuk penarikan pajak masih belum bisa tertangani dengan baik, terlebih di situasi pelemahan nilai mata uang rupiah sekarang yang pasti akan berpengaruh pada iklim usaha atau industri yang mau tidak mau akan mempengaruhi target penerimaan pajak.

Saya masih melihat yang agak lumayan tertangani adalah di bidang administrasi perpajakan yang sudah lebih rapih. Ada perluasan basis data wajib pajak, peningkatan kepatuhan, dan sebagainya.

Target penerimaan pajak dalam satu periode pajak biasanya bisa diukur dengan indikasi berapa capaian angka pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Jika pertumbuhan ekonomi dapat diasumsikan akan bagus hasilnya atau sesuai target dan inflasi terkendali, maka otomatis target tax ratio atau target penerimaan pajak juga akan baik. Begitu pula yang berlaku sebaliknya.

Saya lihat pertumbuhan ekonomi kita sekarang akan berada di kisaran 5,1 persen dan inflasi sekitar 3,4 persen di 2018 maka sudah bisa diperkirakan berapa target penerimaan pajak kita yang realistis.

Hanya untuk supaya kita tetap menjaga iklim berusaha agar tetap produktif, maka otoritas pajak juga hendaknya jangan membuat kebijakan yang akan membuat pelaku usaha kembali mengambil sikap menahan belanja dan aktivitas. Rencana pengenaan pajak terhadap laba ditahan merupakan hal yang membuat para pengusaha mengeluh bahwa kebijakan-kebijakan pajak yang ditelurkan justru membuat blunder. Di tengah situasi perekonomian yang tidak menentu akibat pelemahan rupiah, resiko dampak perang dagang bagi perekomian Indonesia, masih lemahnya daya beli masyarakat dan lain-lain, jangan ditambah lagi dengan sinyalemen Dirjen Pajak yang berencana hendak menerapkan pajak bagi laba ditahan pengusaha.

Padahal bagi pengusaha, laba ditahan itu kan sudah dilepaskan dari unsur pajak dan memang sengaja diletakkan di pos itu dengan ekspansi. Kalau belum-belum sudah dihembuskan rencana pengenaan pajak bagi laba ditahan, maka pengusaha akan menahan diri bahkan mungkin pindah investasi di negara lain.

Jadi sekali lagi jangan membuat kebijakan yang justu kontra produktif bagi iklim dunia usaha dan otomatis juga akan mempengaruhi target penerimaan pajak. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

FOLLOW US

Temuan TPF Novel Tidak Fokus             Bentuk TGPF Independen untuk Kasus Novel Baswedan             Pilah Skema Untuk Proyek Strategis             Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet             Diskresi Kepolisian Bermasalah?             Penanganan Tak Sesuai Perkap             Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan             Kita Tidak Dapat Menduga Kondisi Mental Polisi saat Menembak             MPLS Harus Diselenggarakan Sesuai Pedoman             Pendidikan Swasta Semi Militer Harus Ditertibkan