BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF
Kawal Proses Pembelian Saham Freeport

 

Langkah pemerintah untuk membeli saham PT Freeport Indonesia (PTFI) patut diberi apresiasi. Setidaknya saat ini pemerintah mampu menekan PTFI untuk menandatangani Head of Agreement (HoA) setelah sebelumnya selalu mentok dengan alasan yang bermacam-macam. Langkah ini memang belum menunjukkan bahwa kepemilikan saham pemerintah lewat PT Inalum sudah 51 persen, namun HoA ini langkah penting menuju proses pembelian saham PTFI.

Jika dikatakan kenapa tidak ambil alih ketika perjanjian konsesi habis pada 2021? Yang pasti adalah kesiapan Pemerintah atau BUMN dalam pengelolaan tambang emas PTFI yang tidak tentu. Maka akuisisi merupakan hal yang realistis sehingga pemasukan PT Inalum setidaknya akan terjamin. Pemasukan pemerintah lewat deviden maupun pajak juga pasti aman. PTFI juga masih tetap bisa beroperasi sambil melakukan transfer teknologi ke PT Inalum. Jika kita ambil alih semuanya belum tentu hingga 20 tahun, operasional PTFI akan stabil seperti sekarang. Jadi akusisi saham ini merupakan lahkah rasional dari Pemerintah lewat PT Inalum.

Setelah proses HoA, yang kita kawal berikutnya adalah perjanjian-perjanjian detail terutama dalam hal operasional perusahaan. Yang patut diwaspadai adalah pembagian direksi dimana PT Inalum harus mempunyai kekuatan untuk menempatkan orang-orang pilihan PT Inalum sebagai direktur yang strategis seperti direktur operasional ataupun keuangan. Terlebih PT Inalum akan mempunyai saham mayoritas. Kekuatan dalam RUPS akan sangat besar. Jangan sampai dalam perjanjian pembelian saham, Freeport Mc Moran masih memegang pos direktur strategis.

Terakhir, pengambilalihan saham ini merupakan langkah pemerintah yang sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945. Pengambilalihan merupakan langkah awal menuju pengelolaan PTFI untuk kemakmuran masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Papua.(pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF