BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Antropologi UI, mantan Ketua Umum Partai Demokrat
Kasus Yansen Binti Potret Lemahnya Seleksi SDM

Pembakaran sekolah yang diotaki oleh Yansen Binti benar-benar tidak masuk akal. Ini tidak ada kaitannya dengan partai politik. Namun mungkin ada salah asuh yang kemudian berlanjut menjadi salah didik dan akhirnya mal adjusted ke lingkungan sosial.

Ini terjadi karena seleksi terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) kita, baik yang dilakukan oleh masyarakat (dalam pemilu) maupun yang dilakukan pemerintah, lemah. Maka yang terjadi melalui kejadian pembakaran sekolah ini adalah seleksi alam tanpa ampun.

Satu persatu pemimpin yang tak layak untuk memimpin rontok lewat hukum alam. Sejumlah elite negeri di eksekutif, legislatif, yudikatif, pengusaha, dan pemuka agama telah terbukti melakukan tindak korupsi. Mulai dari polisi sampai sopir terlibat dalam sejumlah kasus. Semua terkena seleksi hukum alam, dan gagal dalam ujian.

Ini masa pancaroba atau menurut Joyoboyo masa Kala Bendu. Masa pancaroba atau perubahan budaya yang berlangsung cepat. Mempersulit orang untuk mendapatkan uang, lemah kepribadiannya, terombang ambing dan terbawa arus tidak jelas arah dan tujuannya.                   

Hal ini terjadi juga pada Yansen Binti. Watak aslinya tak mampu menahan derasnya seleksi alam. Kalaupun ia bingung mencari proyek atau butuh uang untuk kepentingan pribadi, seharusnya tidak perlu sampai mencelakakan banyak orang. Kecuali memang karena Yansen mengalami gangguan mental atau tidak normal jiwanya.

Siapapun lain yang melakukan tindak pidana atau kriminal tanpa melakukan hal seperti ini, pasti dihukum pidana kurungan dan denda. Untuk Yansen yang mungkin mengalami gangguan jiwa, seharusnya dikirim ke Rumah Sakit (RS) Jiwa dan diterapi.

Saya kira tindakan yang dilakukan Yansen cuma bertujuan mencari uang. Ini dilakukan dengan cara yang terbilang nekad dan berdampak pada kehancuran reputasi dirinya sendiri. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF