BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Managing Director Bahrain & Associates Law Firm, Wasekjen DPN Peradi
KPK Tidak Bisa Selesaikan Masalah Internal

Berdasarkan informasi yang berkembang, penyelidik dan penyidik KPK yang berasal dari kejaksaan dan kepolisian tidak ikut menandatangani petisi “Hentikan Segala Upaya Bentuk Menghambat Penanganan Kasus”. Apakah mereka yang menghambat pengungkapan kasus korupsi, tentu ini harus didalami lebih jauh.

Yang pasti, petisi itu sinyal. Sinyal bahwa sejumlah penyelidik dan penyidik ingin menyampaikan ke publik mengenai kondisi sebenarnya di internal KPK. Solusi apa yang harus dilakukan, penyelidik dan penyidik itu mungkin tahu jawabannya apa, tapi tak mudah mengungkapkannya.

Makanya, sekali lagi petisi itu bentuk keresahan di mana mereka ingin menyampaikan pesan bahwa internal KPK ada masalah. Pertanyaannya, siapa yang mau menangkap pesan ini? Artinya, mereka ingin masalah dihadapi itu segera ditanggapi secara serius oleh orang yang berada di luar KPK.

Kalau benar ada oknum internal KPK menghambat penyelidik dan penyidik dalam pengungkapan kasus korupsi, sebenarnya KPK punya skema pengawasan. Itu bisa diadukan melalui pengawasan internal atau pengawasan melekat.

Tapi, mungkin ada skema internal yang tidak jalan. Kalau pengawasan melekat betul-betul berjalan efektif, saya rasa tidak mungkin pegawai mengeluarkan petisi itu. Petisi ini juga bukti bahwa masalah tersebut tidak bisa diselesaikan oleh internal KPK.

Selain itu, masalah ini muncul tidak bisa lepas akibat abainya para pimpinan KPK. Apalagi, mereka bilang sudah sempat menyampaikannya adanya hambatan dalam penyelidikan dan penyidikan sebelum petisi itu ditandatangani.

Barangkali pimpinan KPK memang tidak bisa menyelesaikan sehingga informasi itu ke luar. Tapi kalau kita bilang tidak bisa menyelesaikan, merasa tersinggung nanti. Yang jelas, jika informasi itu sampai keluar berarti belum bisa diselesaikan oleh internal KPK sendiri.

Apapun itu, masalah ini harus segera diselesaikan. Kalau dibiarkan, bisa jadi KPK hancur dari dalam lalu mati dengan sendirinya. Ibarat bunga, ia akan layu kalau tidak dijaga dan dirawat dengan baik.

Internal KPK harus harmonis, terutama dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Sistem harus dijalankan sehingga seluruh pegawai KPK tidak ada alasan untuk tidak taat terhadap sistem yang berlaku. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Deddy Herlambang

Pengamat Transportasi

Djoko Setijowarno

Pengamat transportasi

FOLLOW US

Karena Tak Melibatkan Ahli Kesehatan             Perlu Rekayasa Kebijakan Naikkan Daya Beli             Civil Society Perlu Awasi Hitung Suara             Holding BUMN Penerbangan             Saatnya Rekonsiliasi             Klaim Prabowo-Sandi Perlu Dibuktikan             Perlu Sikap Kesatria Merespons Kekalahan Pilpres             KPU Jangan Perkeruh Suasana             Gunakan Mekanisme Demokratik             Pemerintah Harus Bebas dari Intervensi Pengusaha