BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII)
KPK Terus Diteror Ujian Integritas Polri

Belum terungkap dan tertangkap pelaku teror terhadap Novel Baswedan, terjadi lagi teror terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teror terhadap unsur-unsur KPK ini merupakan teror kesembilan yang sampai saat ini sebagian besar masyarakat belum mengetahui kelanjutan pengungkapan para pelaku dan motifnya. Diharapkan kasus terakhir ini dapat segera terungkap, mengingat petunjuk-petunjuk awal (misalnya CCTV) sudah diketahui. 

Terungkapnya kasus ini akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sebaliknya, jika kasus ini tidak terungkap, dikhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin menurun. Harus diakui bahwa kasus Novel Baswedan yang masih belum terungkap telah menimbulkan tanda tanya besar terhadap Polri, bukan semata-mata terhadap kompetensinya, tetapi juga terhadap integritasnya. Kompetensinya diragukan, mengingat dalam kasus Novel Baswedan, Polri tidak mampu mengungkap dan menangkap pelakunya kendatipun bukti CCTV sudah ada. 

Integritasnya diragukan mengingat kasus Novel Baswedan dipandang bukan hanya masalah kompetensi teknis penyelidikan dan penyidikan tetapi lebih kepada integritasnya. Jika menyangkut kompetensi, Polri sangat kompeten mengungkap kasus-kasus terorisme yang lain, bahkan baru niat saja, belum ada perbuatan yang dilaksanakan, para teroris sudah ditangkap. Demikian juga dalam kasus Narkoba, Polri juga dapat dikatakan sukses menggulung bukan hanya para pemakai dan pengedar, tapi juga bandar besar. Bukti-bukti tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa Polri bukan hanya kompeten, tapi sangat hebat. Ironis memang, dalam kasus-kasus yang terkait korupsi, Polri seakan gagap. 

Kasus terakhir ini menambah tunggakan Polri untuk mengungkapnya. Kasus-kasus lain sudah gagal diungkap, jangan sampai kasus ini tidak terungkap. Kasus ini terbilang "tidak sulit" jika apa yang dikatakan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief, bahwa ia tahu bahkan siapa pelakunya pun jelas dari CCTV. Oleh karena itu kasus terakhir ini merupakan ujian integritas bagi POLRI, bukan ujian kompetensi. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Imam Ghozali

Dosen STAIN Bengkalis

FOLLOW US

Konglomerasi Media dan Pilpres             Kuatnya Arus Golput: Intropeksi Bagi Parpol             Golput Bagian dari Dinamika Politik             Parpol ke Arah Oligharkhis atau Perubahan?             Melawan Pembajak Demokrasi             Pilih Saja Dildo             Golput dan Migrasi Politik             Golput Bukan Pilihan Terbaik             Golput dan Ancaman Demokrasi             Edy Rahmayadi Cuma Puncak Gunung Es Rusaknya Tata Kelola Sepakbola