BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Wartawan gaya hidup, peminat masalah Timur Tengah dan keislaman, lulus 1999 dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, buku terbarunya "Mengarungi Samudera al-Fatihah" (2019)
Jilbab Wajib, Tapi Menekan yang Belum Berjilbab Tak Dibenarkan

Sebelum ramainya komentar soal jilbab Ibu Ani Yudhoyono di media sosial, saya sudah mendengar sejumlah keluhan dari beberapa teman. 

Mereka adalah muslimah tidak berjilbab yang mendapatkan "tekanan" ringan dari rekan-rekan di kantor karena tidak memakai jilbab. 

Saya pribadi masih menganggap jilbab adalah kewajiban. Tapi, itu bukan berarti saya membenarkan tekanan itu. Meyakini suatu hal bukan berarti meminta orang lain juga meyakini hal yang sama. 

Jadi, kalaupun kita menganggap jilbab wajib, kita punya cara yang simpatik agar orang lain mengerti keyakinan kita. 

Selain itu, meyakinkan orang lain dengan cara yang agresif pada akhirnya tidak memberi manfaat untuk siapapun, termasuk untuk yang meyakini kewajiban berjilbab. Allah SWT dalam banyak ayat menegaskan cara-cara yang sangat bijak dalam berdakwah. Itulah yang harus kita lakukan. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF